DLH BEM UI berikan bantuan beasiswa dari hasil konversi sampah
Rabu, 1 Juni 2022 17:42 WIB
BEM UI luncurkan program Waste for Scholarship, jaga lingkungan sekaligus beri bantuan beasiswa kepada mahasiswa UI yang membutuhkan. (ANTARA/HO)
Jakarta (ANTARA) - Departemen Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (DLH BEM UI) menginisiasi program Waste for Scholarship (WFS) yang bertujuan memberikan beasiswa kepada mahasiswa UI dari hasil konversi sampah kertas dan barang elektronik yang tak terpakai.
Program WFS merupakan bentuk kontribusi nyata BEM UI untuk menyikapi tingginya sampah kertas dan elektronik, dua jenis sampah yang sangat erat di kalangan civitas akademika. Diketahui, relevansi kedua jenis sampah itu di kalangan civitas akademika sangatlah jelas mengingat kegiatan akademik yang sarat akan penggunaan kertas dan barang elektronik.
"Sampah merupakan masalah yang sering kali luput dari perhatian kita karena ada kecenderungan untuk menormalkan keberadaan sampah di sekeliling kita. Padahal, sampah yang kerap kita sepelekan dapat mengakibatkan bahaya besar apabila kita tidak melakukan aksi nyata untuk menanggulanginya," kata Koordinator Bidang Sosial Lingkungan BEM UI 222 Amira Widya Damayanti melalui keterangan resminya, Selasa.
Sebagai informasi, menurut data dari laman Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa total sampah pada tahun 2021 adalah 18.186.684,29 ton.
Mirisnya, dari total jumlah tersebut, masih ada 27,05 persen atau 4.919.049,55 ton sampah yang tidak dikelola. Sampah yang tidak dikelola ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran air dan tanah, bau yang mengganggu, hingga memperparah krisis iklim.
Dari sekian banyak jenis sampah yang ada, dua jenis yang sangat relevan di kalangan civitas akademika adalah sampah kertas dan elektronik.
Data SIPSN menunjukkan bahwa sampah kertas menempati porsi 11,9 persen dari total sampah yang dihasilkan secara nasional. Sementara itu, data global yang dilansir dari Global E-Waste Monitor (GEM) menunjukkan bahwa total sampah elektronik pada tahun 2019 mencapai 53 juta ton dan akan terus melonjak tiap tahunnya.
"Maka dari itu, program Waste for Scholarship BEM UI hadir guna menyajikan solusi alternatif bagi penanganan masalah sampah sembari membantu saudara-saudara mahasiswa yang membutuhkan," imbuh Amira.
Dia menambahkan, civitas akademika UI dan masyarakat umum dapat menyumbangkan sampah kertas dan barang elektronik tak terpakai melalui tautan bem.ui.ac.id/WGD2022. Nantinya, sampah akan dikonversikan menjadi uang melalui bank sampah, kemudian disalurkan dalam bentuk beasiswa kepada mahasiswa UI yang membutuhkan bantuan finansial dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
Selain donasi yang dilakukan melalui media daring, calon donatur sampah juga dapat meletakkan sampahnya secara langsung di titik drop box yang tersebar di lokasi-lokasi strategis di UI, seperti gedung fakultas.
Program WFS merupakan bentuk kontribusi nyata BEM UI untuk menyikapi tingginya sampah kertas dan elektronik, dua jenis sampah yang sangat erat di kalangan civitas akademika. Diketahui, relevansi kedua jenis sampah itu di kalangan civitas akademika sangatlah jelas mengingat kegiatan akademik yang sarat akan penggunaan kertas dan barang elektronik.
"Sampah merupakan masalah yang sering kali luput dari perhatian kita karena ada kecenderungan untuk menormalkan keberadaan sampah di sekeliling kita. Padahal, sampah yang kerap kita sepelekan dapat mengakibatkan bahaya besar apabila kita tidak melakukan aksi nyata untuk menanggulanginya," kata Koordinator Bidang Sosial Lingkungan BEM UI 222 Amira Widya Damayanti melalui keterangan resminya, Selasa.
Sebagai informasi, menurut data dari laman Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa total sampah pada tahun 2021 adalah 18.186.684,29 ton.
Mirisnya, dari total jumlah tersebut, masih ada 27,05 persen atau 4.919.049,55 ton sampah yang tidak dikelola. Sampah yang tidak dikelola ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran air dan tanah, bau yang mengganggu, hingga memperparah krisis iklim.
Dari sekian banyak jenis sampah yang ada, dua jenis yang sangat relevan di kalangan civitas akademika adalah sampah kertas dan elektronik.
Data SIPSN menunjukkan bahwa sampah kertas menempati porsi 11,9 persen dari total sampah yang dihasilkan secara nasional. Sementara itu, data global yang dilansir dari Global E-Waste Monitor (GEM) menunjukkan bahwa total sampah elektronik pada tahun 2019 mencapai 53 juta ton dan akan terus melonjak tiap tahunnya.
"Maka dari itu, program Waste for Scholarship BEM UI hadir guna menyajikan solusi alternatif bagi penanganan masalah sampah sembari membantu saudara-saudara mahasiswa yang membutuhkan," imbuh Amira.
Dia menambahkan, civitas akademika UI dan masyarakat umum dapat menyumbangkan sampah kertas dan barang elektronik tak terpakai melalui tautan bem.ui.ac.id/WGD2022. Nantinya, sampah akan dikonversikan menjadi uang melalui bank sampah, kemudian disalurkan dalam bentuk beasiswa kepada mahasiswa UI yang membutuhkan bantuan finansial dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
Selain donasi yang dilakukan melalui media daring, calon donatur sampah juga dapat meletakkan sampahnya secara langsung di titik drop box yang tersebar di lokasi-lokasi strategis di UI, seperti gedung fakultas.
Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Guru Besar UI merekomendasikan 12 strategi cegah karies anak usia dini
28 January 2025 9:52 WIB, 2025
Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah resmi dilantik sebagai Rektor UI periode 2024-2029
04 December 2024 12:04 WIB, 2024
Kriminolog: Masalah utama pemberantasan judi daring ada pada penindakan
20 November 2024 14:39 WIB, 2024
Bahlil meraih gelar Doktor Kajian Stratejik Global UI dengan predikat cumlaude
16 October 2024 18:13 WIB, 2024
Heri Hermansyah terpilih sebagai Rektor Universitas Indonesia periode 2024--2029
23 September 2024 13:24 WIB, 2024
Pansus Pilrek umumkan 7 calon Rektor UI tersaring untuk periode 2024--2029
06 September 2024 10:18 WIB, 2024
Dewan Guru Besar UI desak DPR dan Pemerintah hentikan revisi UU Pilkada
22 August 2024 9:54 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Hujan dan hujan petir berpoptensi dominasi guyur kota besar, Makassar gerimis
30 January 2026 6:46 WIB
Pemprov Sulbar perkuat upaya pencegahan paham IRET lewat pendekatan berbasis regulasi
30 January 2026 5:31 WIB