Logo Header Antaranews Makassar

Potensi cuaca ekstrem, BPBD Sulbar minta pemda lakukan mitigasi

Kamis, 29 Januari 2026 22:32 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat meminta pemerintah daerah setempat melakukan mitigasi menyusul adanya peringatan BMKG terkait dengan cuaca ekstrem di Indonesia, termasuk Sulbar, selama 27 Januari hingga 2 Februari 2026.

"Kami mengimbau seluruh pemerintah kabupaten agar melakukan upaya mitigasi terkait potensi terjadinya cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulbar," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah di Mamuju, Kamis.

Berdasarkan laporan resmi diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulbar dari BMKG, potensi cuaca ekstrem masih signifikan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulbar.

Berdasarkan laporan BMKG, penguatan Monsun Asia, aktifnya Cross Equatorial Northerly Surge (CENS), serta keberadaan ITCZ berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

BMKG mencatat dalam beberapa hari terakhir terjadi hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Dinamika atmosfer tersebut diprediksi masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan, didukung kondisi La Nina lemah, kelembapan udara yang tinggi serta atmosfer yang labil.

Untuk wilayah Sulawesi, termasuk Sulbar, BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat meningkatkan risiko banjir, genangan, tanah longsor dan angin kencang.

"Kondisi ini harus disikapi dengan kesiapsiagaan yang lebih matang," kata Yasir Fattah.

Informasi BMKG tersebut, katanya, menjadi dasar penting BPBD memperkuat langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

"Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar yang menekankan pentingnya kewaspadaan dini dan perlindungan keselamatan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Pusdalops BPBD Sulbar terus melakukan pemantauan intensif, koordinasi dengan BMKG serta menyampaikan informasi peringatan dini kepada BPBD kabupaten dan masyarakat.

"Kami juga mengimbau pemerintah kabupaten, aparat desa dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran drainase, menghindari aktivitas di wilayah rawan longsor dan banjir, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat," kata Yasir Fattah.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026