
BPBD Makassar bentuk Kelurahan Tangguh Bencana

Makassar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan membentuk Kelurahan Tangguh Bencana melibatkan sekitar 20 relawan di setiap kelurahan.
Relawan tersebut akan dibina dan dibekali pengetahuan kebencanaan oleh BPBD sehingga mampu melakukan penanganan awal ketika terjadi bencana di wilayah masing-masing.
"Setiap kelurahan ada sekitar 20 orang yang akan kita bina dan bekali pengetahuan kebencanaan. Jadi ketika ada kejadian di wilayahnya, mereka bisa langsung turun melakukan penanganan awal," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar di Makassar, Sabtu.
Para relawan itu juga akan dibagi dalam kelompok-kelompok kerja agar lebih terorganisasi dalam menjalankan tugas, termasuk menangani persoalan-persoalan dasar, seperti saluran air yang tersumbat hingga penanganan awal bencana lainnya.
Ia mengatakan sebagian besar relawan yang terlibat berasal dari berbagai komunitas masyarakat, seperti komunitas penjahit, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas perikanan.
Dengan latar belakang tersebut, diharapkan para relawan tidak hanya aktif dalam penanggulangan bencana, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat secara mandiri.
"Mereka rata-rata sudah punya komunitas, ada komunitas penjahit, UKM, hingga perikanan. Jadi sebenarnya mereka sudah bisa berjalan mandiri. Kami hanya membantu dalam pembinaan, termasuk cara membuat proposal dan mengakses bantuan," kata Fadli.
Dia menambahkan beberapa kelompok masyarakat yang telah dibina sebelumnya bahkan sudah berhasil mendapatkan bantuan pemerintah maupun dukungan dari pihak luar Makassar untuk mengembangkan kegiatan mereka.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi bencana.
"Ini adalah contoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mendukung program-program yang tujuannya tidak lain adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri," kata dia.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
