Polwan dan Kowad Dikerahkan Sosialisasi KTL
Senin, 11 Juni 2012 21:12 WIB
MAKASSAR - KAWASAN TERTIB LALU LINTAS. Personil Korps Wanita Angkatan Darat (kowat) bersama Polisi Wanita (polwan) memberi arahan kepada sejumlah pengguna jalan di Makassar, Sulsel, Senin (11/6). Polri dibantu TNI menciptakan kawasan tertib lalu lint
Makassar (ANTARA News) - Sekitar 150 polisi wanita (Polwan) dan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) Kodam VII/Wirabuana dikerahkan untuk mendukung program kawasan tertib lalulintas (KTL) dan menyosialisasikannya kepada masyarakat.
"Pelibatan Kowad dan Polwan untuk mendukung sosialisasi KTL di Makassar dan ini sesuai dengan arahan Kapolri untuk memperbanyak personel Polri di jalan," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar AKBP Muhammad Hidayat di Makassar, Senin.
Pada apel siaga yang diambil langsung oleh Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo didampingi Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Muhamad Nizam menekankan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya pengguna jalan.
Di hari pertama pengerahan Kowad dan Polwan itu, TNI mengerahkan 35 Kowad dan digabung dengan 75 personel Polwan Polda Sulselbar yang terbagi dari dari fungsi Direktorat Lalulintas (Ditlantas), Direktorat Samapta (Ditsamapta) dan Direktorat Pengaman Objek Vital (Ditpam Obvit).
Dalam mendukung KTL itu, 150 anggota gabungan TNI dan Polri kemudian disebar di 30 titik kawasan tertib lalulintas yang dimulai dari Jalan Ahmad Yani, Jend Sudirman, Jalan Haji Bau, Penghibur, Pasar Ikan, Jalan Ujung Pandang, dan Riburane.
Panjang areal lokasi KTL ini sendiri sekitar 5,3 kilometer yang menjadi percontohan untuk diterapkan di jalan lainnya.
Sasaran dari kegiatan ini untuk mengubah perilaku pengguna jalan khususnya bagi pengendara roda dua untuk menggunakan lajur kiri yang sudah ditetapkan dan menyalakan lampu besar pada siang hari serta menggunakan helm standar untuk keselamatan.
Sementara untuk para sopir angkutan kota (pete-pete) diminta untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di halte sebagai upaya dari Kapolda menindaklanjuti surat telegram (ST) dari Kapolri untuk penggelaran personel di jalan raya demi mengurai kemacetan arus lalulintas.
"Penggelaran personel di jalan raya untuk mengurai kemacetan arus lalulintas serta mengurangi risiko kecelakaan serta menjalin kemitraan yang lebih harmonis dengan TNI dan seluruh elemen masyarakat lainnya," katanya.
Mantan Kepala Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sulselbar ini berharap agar Pemerintah Kota Makassar lebih berperan aktif dan mendukung upaya kepolisian dalam memenuhi semua fasilitas sarana jalan demi kelancaran dan keselamatan berkendara. (T.KR-MH/H-KWR)
"Pelibatan Kowad dan Polwan untuk mendukung sosialisasi KTL di Makassar dan ini sesuai dengan arahan Kapolri untuk memperbanyak personel Polri di jalan," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar AKBP Muhammad Hidayat di Makassar, Senin.
Pada apel siaga yang diambil langsung oleh Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo didampingi Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Muhamad Nizam menekankan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya pengguna jalan.
Di hari pertama pengerahan Kowad dan Polwan itu, TNI mengerahkan 35 Kowad dan digabung dengan 75 personel Polwan Polda Sulselbar yang terbagi dari dari fungsi Direktorat Lalulintas (Ditlantas), Direktorat Samapta (Ditsamapta) dan Direktorat Pengaman Objek Vital (Ditpam Obvit).
Dalam mendukung KTL itu, 150 anggota gabungan TNI dan Polri kemudian disebar di 30 titik kawasan tertib lalulintas yang dimulai dari Jalan Ahmad Yani, Jend Sudirman, Jalan Haji Bau, Penghibur, Pasar Ikan, Jalan Ujung Pandang, dan Riburane.
Panjang areal lokasi KTL ini sendiri sekitar 5,3 kilometer yang menjadi percontohan untuk diterapkan di jalan lainnya.
Sasaran dari kegiatan ini untuk mengubah perilaku pengguna jalan khususnya bagi pengendara roda dua untuk menggunakan lajur kiri yang sudah ditetapkan dan menyalakan lampu besar pada siang hari serta menggunakan helm standar untuk keselamatan.
Sementara untuk para sopir angkutan kota (pete-pete) diminta untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di halte sebagai upaya dari Kapolda menindaklanjuti surat telegram (ST) dari Kapolri untuk penggelaran personel di jalan raya demi mengurai kemacetan arus lalulintas.
"Penggelaran personel di jalan raya untuk mengurai kemacetan arus lalulintas serta mengurangi risiko kecelakaan serta menjalin kemitraan yang lebih harmonis dengan TNI dan seluruh elemen masyarakat lainnya," katanya.
Mantan Kepala Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sulselbar ini berharap agar Pemerintah Kota Makassar lebih berperan aktif dan mendukung upaya kepolisian dalam memenuhi semua fasilitas sarana jalan demi kelancaran dan keselamatan berkendara. (T.KR-MH/H-KWR)
Pewarta :
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR minta kasus dugaan oknum Paspampres memperkosa Kowad Kostrad diusut tuntas
03 December 2022 16:18 WIB, 2022
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB