Masih ada calon haji tak bisa berbahasa Indonesia
Sabtu, 25 Juni 2022 17:40 WIB
Jamaah memadati Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi untuk melaksanakan shalat wajib. (ANTARA/Desi Purnamawati)
Mekkah (ANTARA) - Jamaah calon haji Indonesia yang berasal dari beragam suku bahkan ada yang tidak bisa berbahasa Indonesia menjadi salah satu tantangan bagi petugas di Arab Saudi.
"Tantangan bermacam-macam kita hadapi, yang pertama itu kesulitan ada calon haji yang tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali," kata anggota sektor khusus Masjidil Haram Uning Haryani di Mekkah, Sabtu.
Uning mengatakan, cukup banyak masalah yang dihadapi oleh jamaah haji dan perlu dibantu oleh petugas terutama petugas perempuan yang dikenal dengan Srikandi Masjidil Haram yang bersiaga di area mataf atau tempat tawaf.
"Ada jamaah yang pingsan, ada yang linglung, tidak tahu harus kemana karena terpisah dari rombongan, itu yang sering kita temui di lapangan," katanya.
Para srikandi yang terdiri unsur TNI, Polri, dokter, dan didampingi mahasiswa yang menjadi tenaga musiman (temus) juga sering menemukan jamaah yang sulit mencari jalan keluar dari Masjidil Haram.
"Di samping itu kita mengarahkan jamaah yang nyasar atau tidak tahu mencari bus shalawat untuk kembali ke hotel masing-masing," tambah Uning.
Meski harus bertugas selama 12 jam, ia mengaku senang bisa membantu dan melindungi para tamu Allah.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Calon haji tak bisa berbahasa Indonesia jadi tantangan petugas
"Tantangan bermacam-macam kita hadapi, yang pertama itu kesulitan ada calon haji yang tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali," kata anggota sektor khusus Masjidil Haram Uning Haryani di Mekkah, Sabtu.
Uning mengatakan, cukup banyak masalah yang dihadapi oleh jamaah haji dan perlu dibantu oleh petugas terutama petugas perempuan yang dikenal dengan Srikandi Masjidil Haram yang bersiaga di area mataf atau tempat tawaf.
"Ada jamaah yang pingsan, ada yang linglung, tidak tahu harus kemana karena terpisah dari rombongan, itu yang sering kita temui di lapangan," katanya.
Para srikandi yang terdiri unsur TNI, Polri, dokter, dan didampingi mahasiswa yang menjadi tenaga musiman (temus) juga sering menemukan jamaah yang sulit mencari jalan keluar dari Masjidil Haram.
"Di samping itu kita mengarahkan jamaah yang nyasar atau tidak tahu mencari bus shalawat untuk kembali ke hotel masing-masing," tambah Uning.
Meski harus bertugas selama 12 jam, ia mengaku senang bisa membantu dan melindungi para tamu Allah.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Calon haji tak bisa berbahasa Indonesia jadi tantangan petugas
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tidak jujur soal kesehatan, enam calon petugas haji dipulangkan dari diklat
16 January 2026 5:52 WIB
Viral, penjual es kelapa di Gowa daftarkan 24 anggota keluarga ke Tanah Suci
14 January 2026 3:54 WIB
Akhirnya, KPK tetapkan Yaqut Cholil Qoumas jadi tersangka kasus kuota haji
09 January 2026 14:51 WIB
Kemenag persilakan calon haji Sulsel melunasi sisa Bipih sebesar Rp30 juta
25 November 2025 12:59 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump tambah kapal induk ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran gagal
11 February 2026 10:51 WIB
Partai LDP pimpinan PM Sanae Takaichi menang pemilu Jepang, kebijakan China tidak berubah
10 February 2026 10:29 WIB