Presiden AS Joe Biden: Kebebasan Ameriksa sedang diserang
Selasa, 5 Juli 2022 11:51 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato pada perayaan Hari Kemerdekaan AS di Gedung Putih, Washington, AS, Senin (4/7/2022). ANTARA/REUTERS/Tom Brenner/tm (REUTERS/TOM BRENNER)
Washington (ANTARA) - Presiden AS Joe Biden, ketika memperingati Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, mengatakan kebebasan di Amerika sedang diserang.
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengimbau rakyat untuk mengemban "patriotisme berprinsip" saat negara menghadapi tantangan ekonomi dan perpecahan nasional.
"Dari tingkat terdalam krisis terburuk kita, kita selalu bangkit ke tingkat yang lebih tinggi," kata Biden ketika menyampaikan pidato di Gedung Putih, Senin (4/7).
"Kita sudah diuji sebelumnya, juga saat ini, tapi kita tak pernah gagal karena kita tidak pernah meninggalkan keyakinan terdalam dan janji yang mendefinisikan bangsa ini," ujarnya.
Tanpa menyebutkan secara khusus, Biden tampaknya menyinggung topik soal langkah Mahkamah Agung baru-baru ini untuk membatalkan putusan Roe v Wade, yang sebelumnya melindungi hak-hak perempuan untuk melakukan aborsi.
Pada saat yang sama, presiden AS menyadari ada berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi rakyat Amerika.
"Ekonomi kita sedang tumbuh, tapi bukan tanpa kepedihan. Kebebasan sedang ... diserang, baik di sini maupun di luar negeri," katanya.
Biden mengimbau rakyat AS agar bersatu kendati ada perpecahan di negara itu.
"Pada hari ini di tengah badai dan perselisihan, semoga kita menjaga komitmen pada patriotisme berprinsip," katanya.
"Saya percaya bahwa kita lebih bersatu dibandingkan terpecah. Terlebih lagi, saya yakin ini adalah pilihan yang kita buat, dan saya yakin kita punya kekuatan untuk memilih kesatuan serta kesatuan tujuan," ujar Biden.
Sumber: Reuters
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Biden pada peringatan 4 Juli: Kebebasan terancam
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengimbau rakyat untuk mengemban "patriotisme berprinsip" saat negara menghadapi tantangan ekonomi dan perpecahan nasional.
"Dari tingkat terdalam krisis terburuk kita, kita selalu bangkit ke tingkat yang lebih tinggi," kata Biden ketika menyampaikan pidato di Gedung Putih, Senin (4/7).
"Kita sudah diuji sebelumnya, juga saat ini, tapi kita tak pernah gagal karena kita tidak pernah meninggalkan keyakinan terdalam dan janji yang mendefinisikan bangsa ini," ujarnya.
Tanpa menyebutkan secara khusus, Biden tampaknya menyinggung topik soal langkah Mahkamah Agung baru-baru ini untuk membatalkan putusan Roe v Wade, yang sebelumnya melindungi hak-hak perempuan untuk melakukan aborsi.
Pada saat yang sama, presiden AS menyadari ada berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi rakyat Amerika.
"Ekonomi kita sedang tumbuh, tapi bukan tanpa kepedihan. Kebebasan sedang ... diserang, baik di sini maupun di luar negeri," katanya.
Biden mengimbau rakyat AS agar bersatu kendati ada perpecahan di negara itu.
"Pada hari ini di tengah badai dan perselisihan, semoga kita menjaga komitmen pada patriotisme berprinsip," katanya.
"Saya percaya bahwa kita lebih bersatu dibandingkan terpecah. Terlebih lagi, saya yakin ini adalah pilihan yang kita buat, dan saya yakin kita punya kekuatan untuk memilih kesatuan serta kesatuan tujuan," ujar Biden.
Sumber: Reuters
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Biden pada peringatan 4 Juli: Kebebasan terancam
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Trump kritik Biden tidak membiarkan Ukraina membalas serangan Rusia
22 August 2025 11:02 WIB, 2025
Presiden Joe Biden marah karena ICC keluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu
22 November 2024 10:00 WIB, 2024
Presiden Prabowo dan Biden tegaskan komitmen kerja sama bidang pertahanan
13 November 2024 13:50 WIB, 2024
Presiden Biden mengatakan tahu bagaimana dan kapan Israel serang Iran
19 October 2024 9:49 WIB, 2024
Tim Trump minta Harris diblokir dari penggunaan dana kampanye Biden di Pilpres AS
24 July 2024 12:33 WIB, 2024