Makassar (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan mengoptimalkan layanan Pasangan Usia Subur (PUS) guna mendorong percepatan penurunan stunting (kekerdilan). 

"Salah satu bentuk pelayanan PUS itu adalah pelayanan KB pasca persalinan bagi seorang ibu ataupun suaminya," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan Andi Rita di Makassar, Kamis.  

Ia  mengatakan selain gencar mensosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi pada ibu atau kaum perempuan, kini juga mendorong peran aktif kaum laki-laki atau bapak ikut program KB.

Hal itu telah dilakukan pihak BKKBN Sulsel bersama mitra untuk menjangkau para kepala keluarga atau kaum laki-laki ikut pelayanan KB vasektomi gratis pada sejumlah rumah sakit atau puskesmas yang ditunjuk. 

Sebagai gambaran, lanjut dia, pada rangkaian peringatan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan dan Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI 2022 telah dilaksanakan pelayanan KB Vasektomi gratis di Rumah Sakit Regional Hasri Ainun Habibie, Kota Parepare.

Selain itu, pelayanan KB Vasektomi yang dilaksanakan bersama Tim Dokter Urologi Rumah Sakit TNI Pelamonia, juga dilakukan pelayanan KB MKJP seperti Implant dan IUD bersama Dinas PPKB Parepare dan Rumah Sakit dokter Hasri Ainun Habibie.

Mengenai pentingnya mendorong kesertaan KB bagi kalangan laki-laki, Andi Rita  mengatakan, hal itu mengingat angka kesertaan KB pria masih sangat rendah sekitar 5 persen, sedang selebihnya 95 persen adalah wanita.

Berdasarkan laporan rutin Sistem Informasi Keluarga (SIGA) pada Juni 2022, kesertaan KB Pria di Sulsel masih sangat rendah sebesar 1,2 persen atau 6,728 akseptor dari total Peserta KB Aktif 660.855 akseptor.

Adapun rincian akseptor aktif Vasektomi (MOP) sebanyak 993 akseptor dan akseptor KB Kondom sebesar 5.735 akseptor.

Sementara BKKBN Sulsel menargetkan untuk Vasektomi pada akhir 2022 sebanyak 212 akseptor dari realisasi hingga Juli 2022 baru 15 akseptor.
  Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Hj Andi Ritamariani. Antara/ HO