Makassar (ANTARA News) - Produk "Arus Additive Oil" asal Amerika kini merambah Indonesia khususnya Makassar karena berpotensi sebagai pangsa pasar sentral pusat Kawasan Timur Indonesia dan terobosan baru dunia otomotif.  

"Kami memilih di pusatkan di Makassar, sebab potensi pasar sangat besar dengan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi dibanding daerah lain yang mencapai 8 persen lebih, " kata Direktur PT Arus Raya Inti Faiz Faizal di Makassar, Kamis.

Menurutnya, meskipun produk ini baru diluncurkan di Makassar, pihaknya optimistis mampu menggaet pasar otomotif dengan target "market share" sebesar 40 persen. Perusahaan ini, lanjut Faiz, menginvestasikan dana antara Rp15 miliar hingga Rp40 miliar untuk pengembangan usaha.  

"Tahap awal kami mulai memasarkan produk ke pasaran KTI sekitar 5.000 botol dengan berbagai macam varian yang dibutuhkan, kita ketahui produk ini memang berkelas dan sudah dipergunakan pada sejumlah motor GP di luar negeri," katanya.  

Mengenai tawaran produk tersebut ke konsumen, kata dia, sangat kompetitif dan mudah dijangkau konsumen. Penjualan produk ini pun rencananya dipasarkan ke sejumlah bengkel-bengkel untuk memudahkan konsumen mendapatkannya.

Beberapa varian produk ini berdasarkan jenis kendaraan yang dipakai mulai untuk motor, mobil, bus atau truk, kapal motor, industri dan mesin pembangkit listrik.

Untuk motor tersedia dengan varian ukuran 40 mililiter untuk pemakaian oli 1 liter, 215 mililiter untuk pemakaian 4 liter pada mobil dan 200 liter untuk pemakaian 4.000 liter oli pada pembangkit listrik.

Distibutor resmi Indonesia Arus Additive Oil Rahman AT menambahkan, pihaknya mulai memasarkan produk terebut ke masyarakat pengguna kendaraan baik itu roda dua dan empat. Sebab, produk ini dapat langsung dicampurkan ke pelumas dan dapat pula digunakan langsung tanpa pelumas.

"Produk ini berteknologi Nano yang mampu memecah partikel pada pelumas merek apa saja menjadi seperseribu micron ke ukuran Nano. Produk ini berkekuatan lima kali lipat dari produk lain," katanya.  

Ia menjelaskan, produk ini bisa dikatakan bumbu pelumas, penggunaan produk ini sangat mudah hanya mencampurkan ke pelumas kendaraan untuk mengerakan mesin. Selain Bahan Bakar Minyak (BBM) hemat, tingkat emisi gas buang pun rendah setelah mengunakan produk ini.

"Bisa juga langsung digunakan tanpa pelumas dikendaraan, dan kita sudah dilakukan pengujian di sejumlah kendaraan baik roda dua dan empat, dan semua mesin kendaraan bisa digunakan," tambahnya. paparnya kepada jurnalis. (T.KR-DF/S016)