DPKH : Sebanyak 6.354 ternak di Sulsel sembuh dari PMK
Kamis, 3 November 2022 20:36 WIB
Tim Satgas DPKH Sinjai memberikan vaksin kepada sapi untuk mencegah penyebaran PMK di daerah itu.ANTARA/HO
Makassar (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat sebanyak 6.354 dari 11.835 ekor ternak yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di daerah itu dinyatakan sembuh.
Sub Koordinator Pengawasan Obat Hewan DPKH Sulsel Muhammad Jusron di Makassar, Kamis, mengatakan pihaknya kini fokus melakukan proses penyembuhan terhadap 4.738 ternak yang terjangkit PMK yang tersebar di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
"Kasus PMK di Sulsel sesuai data per 2 November 2022 tersisa 4.738 ekor. Sementara kasus kematian ternak akibat PMK sebanyak 115 ekor," ujarnya.
Ia menjelaskan jumlah kesembuhan ternak terbesar berada di Kabupaten Luwu Utara, yakni sebanyak 1.297 ekor. Selanjutnya, Kabupaten Jeneponto sebanyak 1.018 ekor, Kabupaten Bulukumba 878 ekor, Kabupaten Takalar 711 ekor, Kabupaten Barru 351 ekor, Kabupaten Pinrang 342 ekor, Kabupaten Enrekang 203 ekor, dan Kabupaten Luwu sebanyak 204 ekor.
"Kami bersama teman-teman di daerah terus berupaya mempercepat program vaksinasi untuk menekan penyebaran PMK di Sulsel. Untuk stok vaksin PMK saat ini masih tersisa 158.467 dosis," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel bersama 15 kabupaten dan kota membentuk satuan tugas (satgas) penanganan dan pencegahan penyebaran PMK yang sudah menjangkiti hewan ternak di sejumlah daerah setempat.
Belasan daerah yang telah membentuk satgas PMK itu masing-masing Kabupaten Pinrang, Tana Toraja, Toraja Utara, Pangkep, Jeneponto, Bone, Kabupaten Luwu Utara, Parepare, dan Makassar. Sedangkan Barru, Sinjai, dan Wajo membentuk Satgas intern Dinas. Sementara Enrekang membentuk tim kewaspadaan PMK, serta Soppeng (Posko Kewaspadaan PMK Dinas Peternakan).
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 6.354 ternak di Sulsel sembuh dari PMK
Sub Koordinator Pengawasan Obat Hewan DPKH Sulsel Muhammad Jusron di Makassar, Kamis, mengatakan pihaknya kini fokus melakukan proses penyembuhan terhadap 4.738 ternak yang terjangkit PMK yang tersebar di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
"Kasus PMK di Sulsel sesuai data per 2 November 2022 tersisa 4.738 ekor. Sementara kasus kematian ternak akibat PMK sebanyak 115 ekor," ujarnya.
Ia menjelaskan jumlah kesembuhan ternak terbesar berada di Kabupaten Luwu Utara, yakni sebanyak 1.297 ekor. Selanjutnya, Kabupaten Jeneponto sebanyak 1.018 ekor, Kabupaten Bulukumba 878 ekor, Kabupaten Takalar 711 ekor, Kabupaten Barru 351 ekor, Kabupaten Pinrang 342 ekor, Kabupaten Enrekang 203 ekor, dan Kabupaten Luwu sebanyak 204 ekor.
"Kami bersama teman-teman di daerah terus berupaya mempercepat program vaksinasi untuk menekan penyebaran PMK di Sulsel. Untuk stok vaksin PMK saat ini masih tersisa 158.467 dosis," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel bersama 15 kabupaten dan kota membentuk satuan tugas (satgas) penanganan dan pencegahan penyebaran PMK yang sudah menjangkiti hewan ternak di sejumlah daerah setempat.
Belasan daerah yang telah membentuk satgas PMK itu masing-masing Kabupaten Pinrang, Tana Toraja, Toraja Utara, Pangkep, Jeneponto, Bone, Kabupaten Luwu Utara, Parepare, dan Makassar. Sedangkan Barru, Sinjai, dan Wajo membentuk Satgas intern Dinas. Sementara Enrekang membentuk tim kewaspadaan PMK, serta Soppeng (Posko Kewaspadaan PMK Dinas Peternakan).
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 6.354 ternak di Sulsel sembuh dari PMK
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DP2 Bantaeng sebut Semua sapi terinfeksi PMK sudah sembuh dan disembelih
04 February 2023 22:33 WIB, 2023
Penyakit tidak sembuh hingga jodoh tidak ketemu bisa jadi karena ini
30 December 2022 12:01 WIB, 2022
Petarung Indonesia Eko Roni tak sabar berlaga di ONE Championship usai sembuh cedera
11 September 2022 19:48 WIB, 2022
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB