Raksasa teknologi Amazon akan PHK 18 ribu karyawan
Kamis, 5 Januari 2023 14:12 WIB
Foto Dokumen: Logo Amazon terlihat di pusat logistik perusahaan di Boves, Prancis, 6 Oktober 2021. ANTARA/ REUTERS/Pascal Rossignol
Jakarta (ANTARA) - Raksasa teknologi Amazon akan memberhentikan lebih dari 18.000 karyawan di perusahaan tersebut, menurut keterangan dari CEO Amazon Andy Jassy dalam sebuah memo kepada staf pada Rabu (4/1) waktu setempat.
Mengutip laporan Variety yang disiarkan Rabu (4/1) waktu setempat, pemutusan hubungan kerja itu akan terjadi di beberapa tim, tetapi mayoritas karyawan yang terdampak mereka yang bekerja di bagian Amazon Stores serta divisi People, Experience, and Technology. Karyawan yang terkena dampak akan dihubungi mulai 18 Januari.
“Amazon telah melewati ekonomi yang tidak pasti dan sulit di masa lalu, dan kami akan terus melakukannya,” tulis Jassy dalam memo tersebut.
Pemutusan hubungan kerja 18.000 karyawan, termasuk PHK yang dilakukan Amazon musim gugur lalu, mewakili sekitar 1,2 persen dari sekitar 1,5 juta pekerja penuh dan paruh waktu di perusahaan per September lalu. Sebelumnya pada November 2022, New York Times pernah melaporkan bahwa Amazon akan memangkas sekitar 10.000 karyawan.
Memo Jassy kepada karyawan Amazon pada Rabu (4/1) tentang PHK tersebut muncul setelah Wall Street Journal melaporkan pada hari sebelumnya bahwa perusahaan berencana untuk memberhentikan lebih dari 17.000 karyawan.
“Kami biasanya menunggu untuk mengkomunikasikan tentang hasil ini sampai kami dapat berbicara dengan orang-orang yang terkena dampak langsung," ujar dia.
"Namun, karena salah satu rekan tim kami membocorkan informasi ini secara eksternal, kami memutuskan untuk membagikan berita ini lebih awal sehingga Anda dapat mendengar detailnya langsung dari saya," imbuh Jessy.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Amazon akan PHK 18 ribu karyawan
Mengutip laporan Variety yang disiarkan Rabu (4/1) waktu setempat, pemutusan hubungan kerja itu akan terjadi di beberapa tim, tetapi mayoritas karyawan yang terdampak mereka yang bekerja di bagian Amazon Stores serta divisi People, Experience, and Technology. Karyawan yang terkena dampak akan dihubungi mulai 18 Januari.
“Amazon telah melewati ekonomi yang tidak pasti dan sulit di masa lalu, dan kami akan terus melakukannya,” tulis Jassy dalam memo tersebut.
Pemutusan hubungan kerja 18.000 karyawan, termasuk PHK yang dilakukan Amazon musim gugur lalu, mewakili sekitar 1,2 persen dari sekitar 1,5 juta pekerja penuh dan paruh waktu di perusahaan per September lalu. Sebelumnya pada November 2022, New York Times pernah melaporkan bahwa Amazon akan memangkas sekitar 10.000 karyawan.
Memo Jassy kepada karyawan Amazon pada Rabu (4/1) tentang PHK tersebut muncul setelah Wall Street Journal melaporkan pada hari sebelumnya bahwa perusahaan berencana untuk memberhentikan lebih dari 17.000 karyawan.
“Kami biasanya menunggu untuk mengkomunikasikan tentang hasil ini sampai kami dapat berbicara dengan orang-orang yang terkena dampak langsung," ujar dia.
"Namun, karena salah satu rekan tim kami membocorkan informasi ini secara eksternal, kami memutuskan untuk membagikan berita ini lebih awal sehingga Anda dapat mendengar detailnya langsung dari saya," imbuh Jessy.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Amazon akan PHK 18 ribu karyawan
Pewarta : Rizka Khaerunnisa
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pegawai Google lalukan aksi protes hubungan perusahaannya dengan Israel
17 April 2024 16:20 WIB, 2024
'Demam emas' di Brazil, ratusan rakit keruk anak sungai utama Amazon
25 November 2021 10:38 WIB, 2021
Presiden Brazil tuding Leonardo DiCaprio bayar untuk pembakaran Amazon
30 November 2019 15:00 WIB, 2019
Wali kota Paris sebut pembakaran hutan Amazon sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
24 August 2019 22:42 WIB, 2019
Kebakaran hutan Amazon Brazil dikhawatirkan picu lonjakan emisi karbon global
23 August 2019 19:21 WIB, 2019
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump tambah kapal induk ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran gagal
11 February 2026 10:51 WIB
Partai LDP pimpinan PM Sanae Takaichi menang pemilu Jepang, kebijakan China tidak berubah
10 February 2026 10:29 WIB