Puluhan Pengungsi Pertanyakan Penarikan Dana Bantuan
Senin, 8 April 2013 14:44 WIB
Ambon (ANTARA Sulsel) - Puluhan pengungsi korban bentrok 11 September 2011 mendatangi kantor Bank Indonesia mempertanyakan raibnya dana bantuan dari Kemenpera untuk tahap ketiga sebesar Rp11 juta.
"Bantuan dana pemerintah tahap ketiga ini belum pernah saya ambil, tetapi saat dicek di BRI ternyata sudah kosong dan ada yang menariknya sehingga kami mendatangi pihak Bank Indonesia untuk menanyakan mekanisme penarikan dimaksud," kata Ny. Persi Nikijuluw di Ambon, Senin.
Dari puluhan korban bentrok 11 September yang kebanyakan berdomisili di kawasan Talake Ambon tersebut, sebagian besar memang sudah mencairkan dana bantuan tahap ketiga sebesar 50 persen, tetapi masih ada tujuh kepala keluarga (KK) yang belum mencairkan sepeser pun anggaran bantuan mereka.
Anehnya saat mendatangi kantor BRI Ambon, dana tersebut sudah kosong dan pihak bank beralasan kalau dananya sudah kosong sehingga mereka beramai-ramai mendatangi kantor BI selaku bank sentral untuk meminta penjelasan.
Pengungsi lainnya, Ny. Viona Syaranamual, mengaku bahwa dirinya tidak bisa mencairkan dana bantuan tahap ketiga di BRI karena pihak posko pengungsi 11 September di Pemkot Ambon belum memasukkan seluruh datanya ke bank sampai saat ini.
"Untuk bantuan tahap pertama dan kedua sudah saya cairkan, tetapi anehnya untuk yang terakhir ini justru tidak bisa," katanya.
Pegawai BI Kuntoro yang menerima para pengungsi menjelaskan bahwa Bank Indnesia akan meminta klarifikasi dari pihak BRI terkait penarikan dana nasabah secara sepihak tanpa sepengetahuan atau pemberitahuan.
"Kami minta pengungsi juga mengajukan surat aduan secara resmi agar dijadikan dasar bagi BI selaku bank sentral yang mengawasi seluruh bank dapat menyurati BRI untuk mendapatkan penjelasan secara transparan," katanya.
Meski dana bantuan itu merupakan uang pemerintah yang sudah ditranfer kepada pengungsi selaku nasabah melalui buku bank, tetapi penarikan secara sepihak juga tidak bisa dibenarkan.
Editor : D.Dj. Kliwantoro
"Bantuan dana pemerintah tahap ketiga ini belum pernah saya ambil, tetapi saat dicek di BRI ternyata sudah kosong dan ada yang menariknya sehingga kami mendatangi pihak Bank Indonesia untuk menanyakan mekanisme penarikan dimaksud," kata Ny. Persi Nikijuluw di Ambon, Senin.
Dari puluhan korban bentrok 11 September yang kebanyakan berdomisili di kawasan Talake Ambon tersebut, sebagian besar memang sudah mencairkan dana bantuan tahap ketiga sebesar 50 persen, tetapi masih ada tujuh kepala keluarga (KK) yang belum mencairkan sepeser pun anggaran bantuan mereka.
Anehnya saat mendatangi kantor BRI Ambon, dana tersebut sudah kosong dan pihak bank beralasan kalau dananya sudah kosong sehingga mereka beramai-ramai mendatangi kantor BI selaku bank sentral untuk meminta penjelasan.
Pengungsi lainnya, Ny. Viona Syaranamual, mengaku bahwa dirinya tidak bisa mencairkan dana bantuan tahap ketiga di BRI karena pihak posko pengungsi 11 September di Pemkot Ambon belum memasukkan seluruh datanya ke bank sampai saat ini.
"Untuk bantuan tahap pertama dan kedua sudah saya cairkan, tetapi anehnya untuk yang terakhir ini justru tidak bisa," katanya.
Pegawai BI Kuntoro yang menerima para pengungsi menjelaskan bahwa Bank Indnesia akan meminta klarifikasi dari pihak BRI terkait penarikan dana nasabah secara sepihak tanpa sepengetahuan atau pemberitahuan.
"Kami minta pengungsi juga mengajukan surat aduan secara resmi agar dijadikan dasar bagi BI selaku bank sentral yang mengawasi seluruh bank dapat menyurati BRI untuk mendapatkan penjelasan secara transparan," katanya.
Meski dana bantuan itu merupakan uang pemerintah yang sudah ditranfer kepada pengungsi selaku nasabah melalui buku bank, tetapi penarikan secara sepihak juga tidak bisa dibenarkan.
Editor : D.Dj. Kliwantoro
Pewarta : Daniel Leonard
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SAR evakuasi 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua hingga hari ke-20
12 February 2026 15:42 WIB
RSAL Jala Ammari tangani 9 korban kecelakaan kapal nelayan di Pelabuhan Paotere
03 February 2026 10:30 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB