Pemkot Makassar meraih penghargaan UHC Jaminan Kesehatan Nasional
Minggu, 12 Maret 2023 16:09 WIB
Ilustrasi -Suasana pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan. FOTO ANTARA/Darwin Fatir.
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota melalui Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali menerima penghargaan karena berhasil meraih pemenuhan Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Nasional yang akan diberikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada puncak acara UHC Awards di Jakarta pada 14 Maret 2023.
"Penghargaan UHC secara garis besarnya merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap layanan kesehatan yang accessibility atau mudah diakses bagi semua pihak di daerah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin, Ahad.
Ia menjelaskan, UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan, promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau.
Sedangkan definisi UHC, kata dia, merupakan perwujudan tiga hal yang saling berhubungan yakni, kesamaan akses pelayanan, kesehatan setiap orang yang membutuhkan akan mendapatkan pelayanan kesehatan, bukan hanya bagi mereka yang mampu membayar saja.
"Ini tentang memperhatikan kualitas pelayanan kesehatan yang baik dan terus meningkat bagi peserta yang menerima pelayanan. Selain itu, memastikan biaya pelayanan kesehatan yang digunakan tidak membuat masyarakat dalam kerugian finansial," katanya.
Salah satu syarat untuk mendapatkan UHC adalah kepesertaan BPJS Kesehatan lebih atau sama dengan 95 persen. Untuk cakupan UHC Kota Makassar pada 2020 tercatat mencapai angka 94,57 persen atau sudah tercover 1.404.354 peserta dengan total penduduk 1.484.912 jiwa.
Lalu, pada 2021, cakupannya naik menjadi 97,49 persen dengan jumlah peserta 1.427.115 dari jumlah penduduk 1.463.809 jiwa. Selanjutnya, pada 2022, tercatat 95,22 persen dengan jumlah peserta 1.393.832 dari jumlah penduduk 1.463.809 jiwa.
Sedangkan di awal tahun ini, Januari 2023 naik diangka 95,52 persen dengan peserta 1.398.245 serta Februari 2023 sekira 95,56 persen, 1.398.783 peserta dengan jumlah penduduk 1.463.809 jiwa.
"Alhamdulillah, Kota Makassar sejak 2021 sudah UHC. Kita memastikan bahwa sistem jaminan kesehatan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau," demikian Nursaidah Sirajuddin.
"Penghargaan UHC secara garis besarnya merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap layanan kesehatan yang accessibility atau mudah diakses bagi semua pihak di daerah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin, Ahad.
Ia menjelaskan, UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan, promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau.
Sedangkan definisi UHC, kata dia, merupakan perwujudan tiga hal yang saling berhubungan yakni, kesamaan akses pelayanan, kesehatan setiap orang yang membutuhkan akan mendapatkan pelayanan kesehatan, bukan hanya bagi mereka yang mampu membayar saja.
"Ini tentang memperhatikan kualitas pelayanan kesehatan yang baik dan terus meningkat bagi peserta yang menerima pelayanan. Selain itu, memastikan biaya pelayanan kesehatan yang digunakan tidak membuat masyarakat dalam kerugian finansial," katanya.
Salah satu syarat untuk mendapatkan UHC adalah kepesertaan BPJS Kesehatan lebih atau sama dengan 95 persen. Untuk cakupan UHC Kota Makassar pada 2020 tercatat mencapai angka 94,57 persen atau sudah tercover 1.404.354 peserta dengan total penduduk 1.484.912 jiwa.
Lalu, pada 2021, cakupannya naik menjadi 97,49 persen dengan jumlah peserta 1.427.115 dari jumlah penduduk 1.463.809 jiwa. Selanjutnya, pada 2022, tercatat 95,22 persen dengan jumlah peserta 1.393.832 dari jumlah penduduk 1.463.809 jiwa.
Sedangkan di awal tahun ini, Januari 2023 naik diangka 95,52 persen dengan peserta 1.398.245 serta Februari 2023 sekira 95,56 persen, 1.398.783 peserta dengan jumlah penduduk 1.463.809 jiwa.
"Alhamdulillah, Kota Makassar sejak 2021 sudah UHC. Kita memastikan bahwa sistem jaminan kesehatan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau," demikian Nursaidah Sirajuddin.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia mengisi posisi juara kompetisi surat remaja internasional 2024
25 August 2024 12:41 WIB, 2024
Kemenkumham Sulsel : Pejabat administrator harus mempunyai nilai bersifat universal
05 September 2023 8:46 WIB, 2023
Wapres Ma'ruf Amin dorong percepatan konvensi BPD Sulselbar jadi syariah universal
03 December 2022 18:27 WIB, 2022
BPOM mengumumkan dua perusahaan farmasi berstatus tersangka produk obat sirop
17 November 2022 17:01 WIB, 2022
Pemerintah Indonesia menjawab isu hukuman mati dalam UPR Dewan HAM PBB
10 November 2022 9:21 WIB, 2022
Bareskrim menyelidiki tiga pemasok bahan baku obat terkait gagal ginjal
08 November 2022 8:39 WIB, 2022
Kadin Sulsel dorong gerakan vaksinasi universal demi bangkitkan ekonomi
28 July 2021 23:24 WIB, 2021
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
22 jam lalu
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB
Kakanwil Kemenkum Sulbar hadiri penutupan lokakarya, semangat implementasi KUHP dan KUHAP baru
13 February 2026 14:17 WIB