Harga Ikan di PPI Paotere Naik
Sabtu, 15 Juni 2013 13:09 WIB
Ilustrasi ikan laut (ANTARA FOTO/GreenLee WM)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Harga ikan laut di Pusat Pelelangan Ikan Paotere, Makassar, bergerak naik dengan kenaikkan harga Rp10 ribu - Rp15 ribu dari harga normal.
"Kalau sebelumnya harga ikan kembung hanya Rp45 ribu per keranjang, kini dijual seharga Rp60 ribu per keranjang, begitu pula jenis ikan lainnya," kata pedagang ikan, Daeng Aco di PPI Paotere, Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan, kenaikan harga ikan tersebut dalam beberapa hari terakhir, karena nelayan cenderung menaikkan harga dengan alasan kondisi cuaca kurang bersahabat akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Hal senada dikemukakan pedagang ikan lainnnya di PPI Paotere, Makassar Muh Nurdin.
Menurut dia, selain kondisi cuaca yang kurang bersahabat di kawasan perairan Makassar, juga karena adanya keluhan biaya operasional nelayan yang meningkat menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Karena nelayan menaikkan harga ikan tangkap, maka kami terpaksa turut menyesuaikan harga eceran," katanya.
Hal tersebut diakui nelayan asal Pulau Barrang Caddi, Makassar yang menjual hasil tangkapannya di PPI Paotere.
Dia mengatakan, biaya operasional mulai naik sejak awal Juni 2013, khususnya sejumlah harga sembako yang dijadikan ransum selama melaut. Selain itu, juga harga BBM untuk operasional kapal yang diperoleh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakan Nelayan (SPBN) cukup terbatas, sehingga harus membeli di luar dengan harga yang lebih mahal. Agus Setiawan
"Kalau sebelumnya harga ikan kembung hanya Rp45 ribu per keranjang, kini dijual seharga Rp60 ribu per keranjang, begitu pula jenis ikan lainnya," kata pedagang ikan, Daeng Aco di PPI Paotere, Makassar, Sabtu.
Dia mengatakan, kenaikan harga ikan tersebut dalam beberapa hari terakhir, karena nelayan cenderung menaikkan harga dengan alasan kondisi cuaca kurang bersahabat akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Hal senada dikemukakan pedagang ikan lainnnya di PPI Paotere, Makassar Muh Nurdin.
Menurut dia, selain kondisi cuaca yang kurang bersahabat di kawasan perairan Makassar, juga karena adanya keluhan biaya operasional nelayan yang meningkat menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Karena nelayan menaikkan harga ikan tangkap, maka kami terpaksa turut menyesuaikan harga eceran," katanya.
Hal tersebut diakui nelayan asal Pulau Barrang Caddi, Makassar yang menjual hasil tangkapannya di PPI Paotere.
Dia mengatakan, biaya operasional mulai naik sejak awal Juni 2013, khususnya sejumlah harga sembako yang dijadikan ransum selama melaut. Selain itu, juga harga BBM untuk operasional kapal yang diperoleh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakan Nelayan (SPBN) cukup terbatas, sehingga harus membeli di luar dengan harga yang lebih mahal. Agus Setiawan
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulsel serahkan bantuan kapal penangkap ikan bagi nelayan di PPI Bone
16 January 2026 21:50 WIB
Pemprov Sulsel raih penghargaan dari Kementerian PAN-RB lewat inovasi Pacarita
17 December 2025 11:23 WIB
Dongkrak ekonomi nelayan, DKP Sulsel bangun 1.657 apartemen ikan selama 2025
08 December 2025 14:27 WIB
Jepang tawarkan teknologi pengolahan ikan modern bagi nelayan di Makassar
14 November 2025 19:34 WIB
DKP Sulbar salurkan bibit ikan nila kepada enam UPR di Mamuju Tengah dan Pasangkayu
03 August 2025 21:25 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kemenkum Sulbar perkuat layanan perusahaan perorangan dengan sistem perpajakan
29 January 2026 16:07 WIB