Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulsel percepat penanganan tujuh ruas jalan di wilayah Luwu Raya

Kamis, 29 Januari 2026 16:56 WIB
Image Print
Kondisi ruas jalan Pantilang - Bonglo - Bts Palopo, Kabupaten Luwu yang segera ditangani oleh Pemprov Sulsel. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel.

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) fokus memacu penanganan tujuh ruas jalan yang masuk Paket VI di wilayah Luwu Raya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan di Makassar, Kamis, mengatakan saat ini proses lelang paket VI masih berlangsung pada tahap pembukaan dokumen dan diharapkan proses tersebut dapat dipercepat sehingga pekerjaan fisik bisa segera dimulai.

“Informasi terakhir sementara pembukaan dokumen lelang. Insyaallah dipercepat, mudah-mudahan bisa dikerjakan akhir Februari,” ujar Andi Ihsan.

Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), paket VI perbaikan jalan menyasar tujuh ruas jalan strategis meliputi jalan Batas Kabupaten Toraja Utara–Pantilang–Bua sepanjang 3,00 kilometer, serta ruas Tedong Bonga–Buntao–Batas Kabupaten Luwu sepanjang 25,96 kilometer.

Selain itu, terdapat ruas Pantilang–Bonglo–Batas Kota Palopo dengan panjang 17,43 kilometer, kemudian Batas Kabupaten Luwu–Latuppa sepanjang 5,17 kilometer.

Tiga ruas lainnya berada di wilayah Kota Palopo, yakni Jalan Samiun sepanjang 0,25 kilometer, Jalan Opu Tosappaile 1,35 kilometer, dan Jalan Pong Simpin sepanjang 4,82 kilometer.

Andi Ihsan menjelaskan, untuk mempercepat proses tersebut, Dinas BMBK Sulsel terus berkoordinasi dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Pemprov Sulsel.

Selain proyek tersebut, Pemprov Sulsel juga menyiapkan paket perbaikan akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Wilayah ini berada sekitar 550 kilometer dari Kota Makassar dengan kondisi akses yang tergolong ekstrem.

Saat ini, perjalanan menuju Seko masih harus melalui jalan berlumpur, berbatu, dan jembatan kayu. Kendaraan roda empat hanya dapat mencapai Dusun Paladoan, sementara perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua.

Untuk meningkatkan aksesibilitas, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) bersama Pemprov Sulsel bersepakat melakukan pembiayaan bersama. KemenPU mengalokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp20 miliar.

“Kita sedang proses juga ini, secepatnya kita lelang,” kata Andi Ihsan.

Ia menjelaskan bahwa proses lelang dari anggaran KemenPU dilakukan terpisah dengan APBD Sulsel dan saat ini paket dari KemenPU telah memiliki pemenang.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menyebut berbagai proyek infrastruktur tersebut merupakan bentuk perhatian Pemprov Sulsel dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di wilayah Luwu Raya.

“Itu paket-paket infrastruktur di wilayah Luwu Raya sudah merupakan bentuk atensi Pemprov Sulsel terhadap pembangunan Luwu Raya,” ujar



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026