Malaysia telah mendeteksi 17 kasus cedera paru akibat vape
Rabu, 14 Juni 2023 5:52 WIB
Arsip - Pekerja meracik cairan rokok elektronik (vape) di industri kawasan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (26/11/2019). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/pras)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) telah mendeteksi 17 kasus cedera paru akibat penggunaan rokok elektronik atau vape (e-cigarette or vaping associated lung injury/EVALI) hingga Juni 2023.
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Muhammad Radzi Abu Hassan dalam pernyataan media di Putrajaya pada Selasa mengatakan kementeriannya telah memantau EVALI sejak Juni 2022.
KKM meminta petugas medis untuk melapor jika menemukan pasien yang diduga mengidap penyakit tersebut.
Hasil survei kesehatan dan morbiditas nasional Malaysia pada 2022 mencatat penggunaan vape di kalangan remaja berusia 13-17 tahun meningkat menjadi 14,9 persen pada 2022 dari 9,8 persen pada 2017.
Rokok elektronik atau vape adalah sebuah alat yang memanaskan cairan untuk menghasilkan aerosol yang dihirup oleh pengguna. Cairan itu biasanya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya.
Menurut Radzi, penggunaan vape telah terbukti merugikan penggunanya karena menyebabkan EVALI.
Jika dipanaskan, cairan rokok elektronik tersebut akan menghasilkan bahan kimia yang dapat menimbulkan peradangan pada lapisan paru-paru dan menyebabkan EVALI, katanya.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia temukan 17 kasus cedera paru akibat vape
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Muhammad Radzi Abu Hassan dalam pernyataan media di Putrajaya pada Selasa mengatakan kementeriannya telah memantau EVALI sejak Juni 2022.
KKM meminta petugas medis untuk melapor jika menemukan pasien yang diduga mengidap penyakit tersebut.
Hasil survei kesehatan dan morbiditas nasional Malaysia pada 2022 mencatat penggunaan vape di kalangan remaja berusia 13-17 tahun meningkat menjadi 14,9 persen pada 2022 dari 9,8 persen pada 2017.
Rokok elektronik atau vape adalah sebuah alat yang memanaskan cairan untuk menghasilkan aerosol yang dihirup oleh pengguna. Cairan itu biasanya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya.
Menurut Radzi, penggunaan vape telah terbukti merugikan penggunanya karena menyebabkan EVALI.
Jika dipanaskan, cairan rokok elektronik tersebut akan menghasilkan bahan kimia yang dapat menimbulkan peradangan pada lapisan paru-paru dan menyebabkan EVALI, katanya.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia temukan 17 kasus cedera paru akibat vape
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua Akvindo: Tembakau alternatif hanya diperuntukkan bagi perokok dewasa
10 June 2024 22:21 WIB, 2024
Inggris bakal larang rokok elektrik sekali pakai demi kesehatan anak-anak
30 January 2024 15:29 WIB, 2024
PDPI: Rokok elektrik mengandung bahan berbahaya dan efek buruk pada kesehatan
28 December 2023 12:22 WIB, 2023
DPR mengapresiasi Polda Metro Jaya ungkap peredaran sabu melalui vape
18 January 2023 13:18 WIB, 2023
Dirjen Bea san Cukai belum dapat pastikan besaran tarif kenaikan cukai vape
15 November 2019 7:40 WIB, 2019