BKKBN Sulsel memperkuat TPK atasi kasus stunting
Kamis, 13 Juli 2023 0:42 WIB
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodiqin. Antara/HO-BKKBN Sulsel
Makassar (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat tim pendamping keluarga (TPK) untuk mengatasi kasus stunting di lapangan.
"Salah satu upaya yakni meningkatkan kapasitas tim pendamping keluarga (TPK) yang belum maksimal termasuk perangkat desa dan Kecamatan," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodikin di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan untuk memperkuat kompetensi TPK, pihaknya memberikan orientasi kepada mereka termasuk kepala desa atau camat yang belum mengetahui dan memahami tugas dan fungsinya selaku tim percepatan penurunan stunting (TPPS).
Menurut dia, TPK berperan penting dalam mendampingi keluarga yang berisiko stunting sehingga dapat memberikan pemahaman pentingnya makanan bergizi dan juga sanitasi selaku pendukung hidup sehat.
Selain itu, TPK juga melakukan fungsi pengawasan kepada keluarga beresiko stunting atau yang memiliki anak yang stunting untuk dilakukan rehabilitasi.
"Tenaga pendamping ini akan memonitoring dan juga mengevaluasi kondisi gizi keluarga dampingannya secara berkala," katanya.
Untuk itu, lanjut dia TPK selaku pendamping keluarga berisiko stunting terdapat di masing-masing wilayah hingga ke tingkat satuan keluarga terkecil.
Shodikin menambahkan, persoalan gizi ini erat kaitannya dengan dampak yang ditimbulkan seperti stunting atau ukuran badan lebih pendek dari umur yang sesungguhnya.
"Salah satu upaya yakni meningkatkan kapasitas tim pendamping keluarga (TPK) yang belum maksimal termasuk perangkat desa dan Kecamatan," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodikin di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan untuk memperkuat kompetensi TPK, pihaknya memberikan orientasi kepada mereka termasuk kepala desa atau camat yang belum mengetahui dan memahami tugas dan fungsinya selaku tim percepatan penurunan stunting (TPPS).
Menurut dia, TPK berperan penting dalam mendampingi keluarga yang berisiko stunting sehingga dapat memberikan pemahaman pentingnya makanan bergizi dan juga sanitasi selaku pendukung hidup sehat.
Selain itu, TPK juga melakukan fungsi pengawasan kepada keluarga beresiko stunting atau yang memiliki anak yang stunting untuk dilakukan rehabilitasi.
"Tenaga pendamping ini akan memonitoring dan juga mengevaluasi kondisi gizi keluarga dampingannya secara berkala," katanya.
Untuk itu, lanjut dia TPK selaku pendamping keluarga berisiko stunting terdapat di masing-masing wilayah hingga ke tingkat satuan keluarga terkecil.
Shodikin menambahkan, persoalan gizi ini erat kaitannya dengan dampak yang ditimbulkan seperti stunting atau ukuran badan lebih pendek dari umur yang sesungguhnya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diskop Sulsel gandeng akademisi tingkatkan kompetensi pendamping Kopdes Merah Putih
30 October 2025 5:04 WIB
Kampus Kopi Sinjai buka kelas kopi untuk wisatawan di kawasan agro-eduwisata Madaya
21 October 2025 4:41 WIB
UIN Raden Intan Lampung minta UMI Makassar jadi pendamping pendirian FK
07 January 2025 18:05 WIB, 2025
Poltekpar melakukan pelatihan dosen pendamping masyarakat desa wisata
02 February 2024 1:17 WIB, 2024
Dinsos Sidrap dan Bawaslu bahas netralitas pemilu bersama Pendamping PKH
01 February 2024 20:04 WIB, 2024