Balitbangda Palopo gandeng IAIN bahas daur ulang sampah
Selasa, 19 September 2023 19:50 WIB
Kepala Balitbangda Palopo Sitti Baderiah. Antara/HO- Humas Palopo
Palopo (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Palopo menggandeng Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo membahas pengelolaan daur ulang sampah.
"Pembahasan ini menyangkut daur ulang sampah yang dikemas dalam seminar pemetaan dan daur ulang sampah," kata Kepala Balitbangda Kota Palopo Sitti Baderiah di sela seminar tersebut, Selasa.
Dia mengatakan persoalan sampah adalah sesuatu yang kompleks yang tidak terlepas dalam kehidupan sehari-hari dan kerap yang menjadi pelaku sampah adalah diri sendiri.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut di, maka digelar seminar yang membahas pemetaan sampah hingga melakukan daur ulang sampah agar bernilai ekonomis.
Dia mengatakan ikrar mengelola sampah ini tidak akan padam seperti halnya ikrar Sumpah Pemuda.
Karena itu semua pihak diimbau agar dapat mendengar dan memahami pengelolaan sampah yang dapat bernilai ekonomis, sehingga ke depan sampah tidak lagi menjadi momok bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Palopo.
"Pentingnya menggandeng perguruan tinggi, lurah, dan camat, ini agar dapat duduk bersama untuk mencari solusi bersama," kata Sitti Baderiah.
Lebih jauh dijelaskan pilar pengelolaan sampah yang benar pada dasarnya merujuk pada prinsip 3R yakni Reduce Reuse, dan Recycle.
"Prinsip 3R ini bagi pemerhati lingkungan, tak ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan atau didaur ulang menjadi barang yang berguna," ujarnya.
"Pembahasan ini menyangkut daur ulang sampah yang dikemas dalam seminar pemetaan dan daur ulang sampah," kata Kepala Balitbangda Kota Palopo Sitti Baderiah di sela seminar tersebut, Selasa.
Dia mengatakan persoalan sampah adalah sesuatu yang kompleks yang tidak terlepas dalam kehidupan sehari-hari dan kerap yang menjadi pelaku sampah adalah diri sendiri.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut di, maka digelar seminar yang membahas pemetaan sampah hingga melakukan daur ulang sampah agar bernilai ekonomis.
Dia mengatakan ikrar mengelola sampah ini tidak akan padam seperti halnya ikrar Sumpah Pemuda.
Karena itu semua pihak diimbau agar dapat mendengar dan memahami pengelolaan sampah yang dapat bernilai ekonomis, sehingga ke depan sampah tidak lagi menjadi momok bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Palopo.
"Pentingnya menggandeng perguruan tinggi, lurah, dan camat, ini agar dapat duduk bersama untuk mencari solusi bersama," kata Sitti Baderiah.
Lebih jauh dijelaskan pilar pengelolaan sampah yang benar pada dasarnya merujuk pada prinsip 3R yakni Reduce Reuse, dan Recycle.
"Prinsip 3R ini bagi pemerhati lingkungan, tak ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan atau didaur ulang menjadi barang yang berguna," ujarnya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Makassar suarakan penerapan kawasan tanpa rokok di forum APCAT Summit
27 January 2026 17:05 WIB
Wali Kota Makassar kerahkan personel BPBD cari pesawat ATR 400 hilang di Maros
18 January 2026 5:16 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB