Warga Maros antre air bersih akibat embung mengering
Minggu, 24 September 2023 23:56 WIB
Foto udara embung yang mengering akibat kemarau di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (16/8/2023). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak fenomena El Nino di Indonesia terjadi pada Agustus-September 2023. Antara/ HO-Arnas Padda.
Maros (ANTARA) - Embung yang menjadi wadah penampungan air telah mengering sebagai dampak El Nino, sehingga warga asal Kabupaten Maros, Sulsel harus antre air bersih.
"Embung yang ada di Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros sudah mengering sejak bulan lalu, akibatnya kami harus antre air bersih dari pihak BPBD Maros yang membawa air setiap hari," kata salah seorang warga Kecamatan Bontoa, Mustari di Kabupaten Maros, Ahad.
Hal itu dibenarkan Camat Bontoa Mulyadi mengenai kondisi krisis air bersih di wilayah kerjanya.
Menurut dia, Kecamatan Bontoa adalah salah satu wilayah di Kabupaten Maros yang menjadi langganan kekeringan pada musim kemarau.
Karena itu embung yang telah dibuat menjadi salah satu solusi mengatasi kekeringan dan krisis air bersih. Namun kini embung tersebut juga sudah mengering akibat kemarau yang berkepanjangan sebagai dampak El Nino.
Mengenai kondisi kekeringan dan kebutuhan air bersih warga, lanjut dia, sudah dilakukan pendataan dan secara rutin pihak BPBD Kabupaten Maros bekerja sama dengan PDAM Maros menyalurkan air bersih.
Menurut warga Bontoa, Subaedah. Setiap warga diberi kesempatan untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan menggunakan mobil tangki air.
Hanya saja harus rela bersabar untuk mendapatkan giliran memperoleh air bersih dari satu RW ke RW lainnya.
Kebutuhan konsumsi sehari-hari saja kami harus betul-betul melakukan pengiritan menggunakan air bersih.
"Air konsumsi yang tersedia sudah habis terpaksa membeli dari pedagang pengecer air dengan harga satu jerigen Rp5.000," ujarnya.
"Embung yang ada di Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros sudah mengering sejak bulan lalu, akibatnya kami harus antre air bersih dari pihak BPBD Maros yang membawa air setiap hari," kata salah seorang warga Kecamatan Bontoa, Mustari di Kabupaten Maros, Ahad.
Hal itu dibenarkan Camat Bontoa Mulyadi mengenai kondisi krisis air bersih di wilayah kerjanya.
Menurut dia, Kecamatan Bontoa adalah salah satu wilayah di Kabupaten Maros yang menjadi langganan kekeringan pada musim kemarau.
Karena itu embung yang telah dibuat menjadi salah satu solusi mengatasi kekeringan dan krisis air bersih. Namun kini embung tersebut juga sudah mengering akibat kemarau yang berkepanjangan sebagai dampak El Nino.
Mengenai kondisi kekeringan dan kebutuhan air bersih warga, lanjut dia, sudah dilakukan pendataan dan secara rutin pihak BPBD Kabupaten Maros bekerja sama dengan PDAM Maros menyalurkan air bersih.
Menurut warga Bontoa, Subaedah. Setiap warga diberi kesempatan untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan menggunakan mobil tangki air.
Hanya saja harus rela bersabar untuk mendapatkan giliran memperoleh air bersih dari satu RW ke RW lainnya.
Kebutuhan konsumsi sehari-hari saja kami harus betul-betul melakukan pengiritan menggunakan air bersih.
"Air konsumsi yang tersedia sudah habis terpaksa membeli dari pedagang pengecer air dengan harga satu jerigen Rp5.000," ujarnya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mbappe dan Bellingham bantu Real Madrid taklukkan Barcelona 2-1 di El Clasico
27 October 2025 5:25 WIB
Liga Champions, Hattrick Fermin Lopez warnai kemenangan Barcelona atas Olympiacos
22 October 2025 5:24 WIB
Erupsi Gunung Lewotobi, Delapan pesawat batalkan penerbangan ke Flores dan Lembata NTT
08 July 2025 12:57 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB