Guru SD di Bone Temukan Mortir
Jumat, 8 November 2013 22:46 WIB
Bone, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Seorang Guru SD, Syamsul Bahri (45), menemukan tiga unit amunisi berupa mortir yang masih aktif saat sedang menggali tanah untuk menanam pohon pepaya di kebunnya yang terletak di Dusun Kampung Tengah, Kelurahan Palette, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
"Saya mau tanam pohon pepaya, begitu saya menggali lubang di kedalaman sekitar 20 cm, tiba-tiba linggis yang saya gunakan menggali menyentuh benda itu. Karena penasaran saya kemudian menggali dan menemukan tiga benda yang mirip bahan peledak," kata Syamsul, Jumat.
Syamsul kemudian membawa mortir tersebut ke rumahnya di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanate Riattang Timur yang ditemukan pada Selasa (5/11) kemarin, kendati Syamsul mengetahui bahwa yang ditemukan itu adalah bahan peledak, dia pun bermaskud mengoleksinya setelah membersihkan mortir itu.
"Saya tahu itu bahan peladak, saya pikir sudah tidak aktif lagi jadi saya membonceng menuju ke rumah untuk dikoleski saja setelah dicuci," ungkap Syamsul.
Beberapa hari tersimpan di rumahnya, dia mulai ragu dan kemudian memberitahu tetangganya untuk segera melapor ke Polsek Urban Tanete Riattang, pada Kamis (7/11) sore. Karena dianggap berbahaya, oleh polisi kemudian mengembalikan benda tersebut ke kebun Syamsul.
Setelah dikembalikan ke tempat asalnya, mortir tersebut kemudian mendapat pengawalan khusus dari anggota Brimob Bone, untuk menunggu tim gegana dari Brimob Polda Sulselbar yang datang dari Makassar menuju Kabupaten Bone, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Sementara ini tkp kami jaga ketat, jangan sampai ada warga masuk ke dalam kebun dan mengambil mortir yang masih aktif itu, sambil menunggu tim gegana dari Brimob Polda Sulselbar," jelas Komandan Datesemen C Brimob Bone, Komisaris Polisi (Kompol) Darminto. Agus Setiawan
"Saya mau tanam pohon pepaya, begitu saya menggali lubang di kedalaman sekitar 20 cm, tiba-tiba linggis yang saya gunakan menggali menyentuh benda itu. Karena penasaran saya kemudian menggali dan menemukan tiga benda yang mirip bahan peledak," kata Syamsul, Jumat.
Syamsul kemudian membawa mortir tersebut ke rumahnya di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanate Riattang Timur yang ditemukan pada Selasa (5/11) kemarin, kendati Syamsul mengetahui bahwa yang ditemukan itu adalah bahan peledak, dia pun bermaskud mengoleksinya setelah membersihkan mortir itu.
"Saya tahu itu bahan peladak, saya pikir sudah tidak aktif lagi jadi saya membonceng menuju ke rumah untuk dikoleski saja setelah dicuci," ungkap Syamsul.
Beberapa hari tersimpan di rumahnya, dia mulai ragu dan kemudian memberitahu tetangganya untuk segera melapor ke Polsek Urban Tanete Riattang, pada Kamis (7/11) sore. Karena dianggap berbahaya, oleh polisi kemudian mengembalikan benda tersebut ke kebun Syamsul.
Setelah dikembalikan ke tempat asalnya, mortir tersebut kemudian mendapat pengawalan khusus dari anggota Brimob Bone, untuk menunggu tim gegana dari Brimob Polda Sulselbar yang datang dari Makassar menuju Kabupaten Bone, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Sementara ini tkp kami jaga ketat, jangan sampai ada warga masuk ke dalam kebun dan mengambil mortir yang masih aktif itu, sambil menunggu tim gegana dari Brimob Polda Sulselbar," jelas Komandan Datesemen C Brimob Bone, Komisaris Polisi (Kompol) Darminto. Agus Setiawan
Pewarta : Riesmawan Yudhatama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rusia tembakkan mortir di gedung teater Ukrania tempat warga sipil berlindung
17 March 2022 20:02 WIB, 2022
Kehilangan uang, Seorang guru SD di jember tega menanggalkan pakaian 22 siswanya
12 February 2026 15:24 WIB
Unhas latih guru SD Pangkep kesehatan tentang reproduksi anak sekolah
03 August 2023 15:19 WIB, 2023
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Jalan Kajaolalido-Thamrin jadi proyek percontohan pejalan kaki di Makassar
26 September 2026 12:10 WIB