PBSi : Bagas/Fikri belum tampil optimal pada final Denmark Open 2023
Selasa, 24 Oktober 2023 5:15 WIB
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri saat berada di podium Denmark Open 2023 yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Denmark, Minggu (22/10/2023) (ANTARA/HO-PP PBSI)
Jakarta (ANTARA) - Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Aryono Miranat menilai bahwa penampilan pasangan Bagas Maulana/Muhamamd Shohibul Fikri dalam final Denmark Open 2023 pada Minggu (22/10), belum optimal.
Kemampuan Bagas/Fikri dalam mencapai babak final turnamen BWF Super 750 itu dan menjadi runner-up memang patut diapresiasi setelah terpuruk berlarut-larut, tetapi Aryono tetap melihat sejumlah aspek yang seharusnya lebih maksimal.
"Bagas/Fikri sudah cukup baik bisa masuk final Denmark Open Super 750, tapi bukan yang terbaik. Penampilan di final masih terlihat kurang percaya diri, banyak pukulan yang ragu-ragu, banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Aryono melalui informasi resmi PP PBSI di Jakarta, Senin.
Penampilan Bagas/Fikri saat menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang berakhir dengan kekalahan 13-21, 17-21 itu dinilai sebagai kebalikan dari saat bermain dalam babak-babak awal di Odense.
"Jadi antiklimaks dengan partai dari babak pertama sampai semifinal kemarin yang bisa bermain sangat baik dan penuh percaya diri," kata Aryono.
Aryono juga melihat faktor kekalahan Bagas/Fikri tak hanya karena faktor internal, tetapi juga sisi lawan.
Ganda putra Malaysia itu dinilai Aryono bermain pada kondisi baik, apalagi mereka mempunyai strategi andal dalam meredam agresivitas Bagas/Fikri untuk mengejar ketertinggalan.
"Pasangan Malaysia pun bermain baik terutama permainan depan netnya, jadi posisi Bagas/Fikri selalu tertekan. Ke depan harus tampil lebih baik lagi, lebih percaya diri lagi, jadikan pengalaman untuk pertandingan ke depan," papar Aryono.
Evaluasi pun tak hanya ia berikan kepada Bagas/Fikri, namun juga seluruh ganda putra Indonesia yang mengikuti Denmark Open 2023.
Secara terbuka dia mengakui timnya masih kurang maksimal dan kurang konsisten dalam menjaga fokus.
Berulang kali ganda putra Indonesia tak bisa mempertahankan pola permainannya sendiri sampai berbalik ditekan lawan.
"Masih kurang fokus dalam permainan bola-bola reli dan kurang konsisten dalam permainan. Terlalu mudah kehilangan poin, terutama saat sedang unggul, tidak dapat mempertahankan posisi. Fighting spirit juga perlu lebih lagi terutama dalam poin-poin ketat," pungkas Aryono.
Kemampuan Bagas/Fikri dalam mencapai babak final turnamen BWF Super 750 itu dan menjadi runner-up memang patut diapresiasi setelah terpuruk berlarut-larut, tetapi Aryono tetap melihat sejumlah aspek yang seharusnya lebih maksimal.
"Bagas/Fikri sudah cukup baik bisa masuk final Denmark Open Super 750, tapi bukan yang terbaik. Penampilan di final masih terlihat kurang percaya diri, banyak pukulan yang ragu-ragu, banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Aryono melalui informasi resmi PP PBSI di Jakarta, Senin.
Penampilan Bagas/Fikri saat menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang berakhir dengan kekalahan 13-21, 17-21 itu dinilai sebagai kebalikan dari saat bermain dalam babak-babak awal di Odense.
"Jadi antiklimaks dengan partai dari babak pertama sampai semifinal kemarin yang bisa bermain sangat baik dan penuh percaya diri," kata Aryono.
Aryono juga melihat faktor kekalahan Bagas/Fikri tak hanya karena faktor internal, tetapi juga sisi lawan.
Ganda putra Malaysia itu dinilai Aryono bermain pada kondisi baik, apalagi mereka mempunyai strategi andal dalam meredam agresivitas Bagas/Fikri untuk mengejar ketertinggalan.
"Pasangan Malaysia pun bermain baik terutama permainan depan netnya, jadi posisi Bagas/Fikri selalu tertekan. Ke depan harus tampil lebih baik lagi, lebih percaya diri lagi, jadikan pengalaman untuk pertandingan ke depan," papar Aryono.
Evaluasi pun tak hanya ia berikan kepada Bagas/Fikri, namun juga seluruh ganda putra Indonesia yang mengikuti Denmark Open 2023.
Secara terbuka dia mengakui timnya masih kurang maksimal dan kurang konsisten dalam menjaga fokus.
Berulang kali ganda putra Indonesia tak bisa mempertahankan pola permainannya sendiri sampai berbalik ditekan lawan.
"Masih kurang fokus dalam permainan bola-bola reli dan kurang konsisten dalam permainan. Terlalu mudah kehilangan poin, terutama saat sedang unggul, tidak dapat mempertahankan posisi. Fighting spirit juga perlu lebih lagi terutama dalam poin-poin ketat," pungkas Aryono.
Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim bulu tangkis putra Jepang juara Beregu Asia 2026 usai tunddukkan China
09 February 2026 7:07 WIB
Prabowo: SMA Taruna Nusantara dibutuhkan untuk cari putra-putri terbaik bangsa
13 January 2026 17:48 WIB
Timnas futsal putra Indonesia rebut medali emas setelah hancurkan Thailand 6-1
19 December 2025 22:30 WIB
Kalahkan Thailand, Tenis beregu putra Indonesia raih medali emas SEA Games 2025
14 December 2025 6:09 WIB
Pebulu tangkis Tunggal putra Indonesia pastikan raih medali emas SEA Games 2025
13 December 2025 21:36 WIB