Capres Anies Baswedan ingin kesetaraan untuk Indonesia
Rabu, 22 November 2023 12:39 WIB
Anies Baswedan melayani swafoto dengan salah satu peserta Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa di Edutorium UMS di Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2023). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Calon Presiden (capres) nomor urut satu Anies Baswedan ingin adanya kesetaraan untuk Indonesia sehingga persatuan dapat tercipta di dalam negeri.
"Negara ini didirikan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, itulah intisari mengapa kita merdeka. Itu yang menjadi prinsip kami, saya dan Gus Muhaimin (cawapres Muhaimin Iskandar, Red.) berangkat dengan niat dan tujuan bahwa pikiran kita untuk melakukan perubahan bukan sekadar mengubah tetapi juga ingin Indonesia yang lebih adil dan setara," katanya pada acara Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa di Edutorium UMS di Solo, Jawa Tengah, Rabu.
Ia mengatakan setara dan prinsip keadilan tersebut akan lebih diterjemahkan dalam berbagai macam kebijakan pemerintah.
Menurut dia, saat ini yang masih menjadi pekerjaan rumah Bangsa Indonesia adalah kemakmuran masyarakat.
"Satu kemakmuran di seluruh Indonesia, PR kita di situ. Bagaimana seluruh wilayah punya kesetaraan kemakmuran, kalau ketimpangan terus-menerus maka menjaga persatuan sangat sulit," katanya.
Menurut dia, saat ini ketimpangan yang terjadi di dalam negeri masih terlihat. Salah satunya dari sisi indeks pembangunan manusia (IPM) antardaerah yang pertumbuhannya tidak seimbang.
"Indeks pembangunan manusia Jawa dan Sumatera pada tahun 2013 skornya 69. Sedangkan di Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku skornya 69 pada tahun 2022. Jadi ketinggalan satu dekade," katanya.
Oleh karena itu, nantinya pihaknya ingin meniadakan ketimpangan tersebut.
"Kami ingin menggapai Indonesia yang utuh, bukan menekan dan memberikan rasa takut. Persatuan yang sesungguhnya ditopang dengan rasa keadilan. Maka kami usahakan ke arah sana, kesetaraan di semua aspek," katanya.
Selain itu, ia melihat perlunya mengubah kebijakan dengan menyisipkan unsur keadilan.
"Kenapa ini mendasar, sebagai contoh di bidang kesehatan apakah sudah ada kesetaraan akses, baik promotif, kuratif, preventif. Begitu juga dengan aspek pembangunan ekonomi, banyak berorientasi pada pertumbuhan, bukan pada pemerataan," katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi, di mana ekonomi Indonesia tumbuh yang artinya kue membesar. Meski demikian, dikatakannya, yang masih menjadi masalah adalah potongan kue tidak merata.
"Oleh karena itu, kami ingin melakukan perubahan, kue membesar dan potongan merata. Itu artinya pemerataan, jadi pendekatan harus berubah dengan pemerataan dan keberlanjutan," katanya.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut Anies Baswedan datang bersama dengan Muhaimin Iskandar. Keduanya menjawab beberapa pertanyaan dari sejumlah panelis dari berbagai bidang, salah satunya terkait isu pendidikan yang dilontarkan Rektor UMS Sofyan Anif.
"Negara ini didirikan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, itulah intisari mengapa kita merdeka. Itu yang menjadi prinsip kami, saya dan Gus Muhaimin (cawapres Muhaimin Iskandar, Red.) berangkat dengan niat dan tujuan bahwa pikiran kita untuk melakukan perubahan bukan sekadar mengubah tetapi juga ingin Indonesia yang lebih adil dan setara," katanya pada acara Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa di Edutorium UMS di Solo, Jawa Tengah, Rabu.
Ia mengatakan setara dan prinsip keadilan tersebut akan lebih diterjemahkan dalam berbagai macam kebijakan pemerintah.
Menurut dia, saat ini yang masih menjadi pekerjaan rumah Bangsa Indonesia adalah kemakmuran masyarakat.
"Satu kemakmuran di seluruh Indonesia, PR kita di situ. Bagaimana seluruh wilayah punya kesetaraan kemakmuran, kalau ketimpangan terus-menerus maka menjaga persatuan sangat sulit," katanya.
Menurut dia, saat ini ketimpangan yang terjadi di dalam negeri masih terlihat. Salah satunya dari sisi indeks pembangunan manusia (IPM) antardaerah yang pertumbuhannya tidak seimbang.
"Indeks pembangunan manusia Jawa dan Sumatera pada tahun 2013 skornya 69. Sedangkan di Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku skornya 69 pada tahun 2022. Jadi ketinggalan satu dekade," katanya.
Oleh karena itu, nantinya pihaknya ingin meniadakan ketimpangan tersebut.
"Kami ingin menggapai Indonesia yang utuh, bukan menekan dan memberikan rasa takut. Persatuan yang sesungguhnya ditopang dengan rasa keadilan. Maka kami usahakan ke arah sana, kesetaraan di semua aspek," katanya.
Selain itu, ia melihat perlunya mengubah kebijakan dengan menyisipkan unsur keadilan.
"Kenapa ini mendasar, sebagai contoh di bidang kesehatan apakah sudah ada kesetaraan akses, baik promotif, kuratif, preventif. Begitu juga dengan aspek pembangunan ekonomi, banyak berorientasi pada pertumbuhan, bukan pada pemerataan," katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi, di mana ekonomi Indonesia tumbuh yang artinya kue membesar. Meski demikian, dikatakannya, yang masih menjadi masalah adalah potongan kue tidak merata.
"Oleh karena itu, kami ingin melakukan perubahan, kue membesar dan potongan merata. Itu artinya pemerataan, jadi pendekatan harus berubah dengan pemerataan dan keberlanjutan," katanya.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut Anies Baswedan datang bersama dengan Muhaimin Iskandar. Keduanya menjawab beberapa pertanyaan dari sejumlah panelis dari berbagai bidang, salah satunya terkait isu pendidikan yang dilontarkan Rektor UMS Sofyan Anif.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MPR mengundang Anies hingga Ganjar hadir di pelantikan Prabowo-Gibran
14 October 2024 18:20 WIB, 2024
Ketua MPR RI : Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud diundang ke pelantikan Prabowo-Gibran
09 October 2024 15:15 WIB, 2024
Hakim konstitusi Arsul Sani "dissenting opinion" atas putusan syarat usia capim KPK
12 September 2024 17:50 WIB, 2024
MK menolak permohonan uji materi Novel Baswedan dkk soal syarat usia capim KPK
12 September 2024 14:08 WIB, 2024
Anies mengaku tak mau masuk partai karena banyak kubu tersandera kekuasaan
30 August 2024 18:25 WIB, 2024
Anies Baswedan mengucapkan selamat kepada pihak yang akan bertarung di Pilkada
30 August 2024 13:15 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
KSAD: Presiden Prabowo ingatkan pimpinan beri "reward" kepada prajurit berprestasi
10 February 2026 5:03 WIB
Angela Tanoesoedibjo dijadwalkan lantik mantan Sekda jadi Ketua Perindo Sulsel
04 February 2026 19:12 WIB