Makassar (ANTARA) - Dua pekerja terluka akibat kanopi Klenteng Kwong Kong tiba-tiba roboh saat perbaikan menjelang perayaan Hari Imlek 2024  di Jalan Sulawesi, Kecamatan Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan. 

"Benar, ada dua pekerja yang tertimpa akibat kanopi klenteng roboh. Keduanya sudah dibawa ke Rumah Sakit," ujar Kapolsek Wajo Ajun Komisaris Polisi Muhtari saat dikonfirmasi di Makassar, Kamis. 

Dua orang korban tersebut diketahui bernama Efan (31) beralamat di Jalan Borong Raya dan Muhammad Nasir (53) berdomisili di Jalan Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Sulsel. 

Dalam musibah itu, juga satu unit mobil dan satu unit motor ikut rusak akibat tertimpa beban kanopi tersebut.  

Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab robohnya kanopi Klenteng Kwan Kong itu.

"Kita masih selidiki penyebabnya. Apakah ini force major atau ada kelalaian," kata mantan Kapolsek Tamalanrea ini singkat. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, robohnya kanopi Klenteteng Kwantong di jalan Sulawesi nomor 172, Kelurahan Ende, Kecamatan Wajo itu,  terjadi pada Kamis (8/2) pukul 11.30 Wita. 

Dari informasi diterima diduga baut gantungan atas dari tembok ke badan kanopi tersebut terlepas, sehingga diperkirakan baut kanopi tidak mampu menahan beban berat hingga ambruk ke bawah. 

Kepala SPKT Kepolisian Sektor Wajo Inspektur Dua Khairul Hadie yang menerima laporan dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Ende mengatakan ada dua pekerja yang menjadi korban sedang bekerja di klenteng tersebut.

Dari informasi pihak klenteng dua pekerja ini sedang memasang bambu untuk pijakan melakukan pengecatan di lantai dua. Selanjutnya, saat memulai mengecat, kanopi di lantai satu rubuh hingga keduanya terjatuh dan terluka. 

"Kedua korban sudah di rawat di rumah sakit Stella Maris, satu korban mengalami luka luka robek pada siku dan satu lagi pada pinggang belakang. Keduanya luka ringan," kata Khairul .
 
Saat ditanyakan apakah dengan kejadian tersebut Klenteng Kwang Kong itu masih bisa digunakan untuk pelaksanaan penyambutan Hari Raya Imlek, ia memastikan masih bisa digunakan seperti biasa setelah material kanopi dibersihkan.

"Untuk operasional tidak (ditutup) dan tetap berjalan karena ada pintu sebelah bagi jemaah yang ingin masuk di klenteng. Kami dari kepolisian memastikan aman dan jemaah bisa menjalankan ibadah," katanya.

Sedangkan Camat Wajo Nimrod Sembe menambahkan, musibah robohnya kanopi tersebut tidak mengganggu persiapan penyambutan Imlek di Klenteng Kwan Kong dan klenteng tetap dibuka seperti biasa.

Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024