Wali Kota Apresiasi Pembangunan Rumah Sakit Siloam
Rabu, 12 Maret 2014 15:05 WIB
Ambon (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy apresiasi Grup Lippo akan merealisasi pembangunan rumah sakit bertaraf Internasional "Siloam" yang pemancangan tiang dijadwalkan pada akhir April 2014.
"Saya telah dikoordinasikan manajemen Grup Lippo, kemarin (Selasa) untuk pemancangan tiang sebagai komitmen guna membangun rumah sakit tersebut sehingga patut diapresiasi karena menunjukkan kepercayaan investor berbisnis di Ambon," katanya, dikonfirmasi, Rabu.
Apalagi, ini juga bagian dari rekomendasi diterbitkan Pemkot Ambon kepada Grup Lippo untuk mengelola sejumlah kawasan pantai di ibu kota Provinsi Maluku dalam rangka mendukung program Ambon Water Front City (AWFC).
"Jadi rumah sakit Siloam ini merupakan salah satu dari tujuan bisnis Grup Lippo di Kota Ambon dengan melaksanakan reklamasi pantai sebagai bagian dari program AWFC," ujarnya.
Pembangunan rumah sakit ini juga strategis dari sektor keamanan karena menunjukkan Ambon aman sehingga tercipta iklim investasi yang kondusif.
"Jadi rumah sakit bertaraf Internasional ini mencerminkan prospek bisnis bernilai ekonomis yang menunjukkan indikator Kota Ambon semakin diincar para investor," katanya.
Komitmen Grup Lippo juga menunjukkan bahwa Kota Ambon dari sudut geografis merupakan sentra pengembangan wilayah Indonesia Timur yang ideal untuk bisnis.
"Desainnya Ambon menjadi sentrum bisnis untuk Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan sejumlah Provinsi di pulau Sulawesi," ujar Richard.
Public Relation Grup Lippo, Andy Atis Manuhuttu, mengatakan, pembangunan rumah sakit berstandar internasional itu akan diawali pemancangan tiang pertama dijadwalkan pada akhir April atau awal Mei 2014.
Rumah sakit yang berlokasi di pantai Desa Hatiwe Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu dijadwalkan rampung pembangunannya pada Februari atau Maret 2015.
Lokasinya adalah kawasan pantai yang dangkal dan direklamasi sehingga memiliki lahan seluas 9.750 meter persegi.
Andy yang didampingi pihak pengelola bangunan yakni Purnama Nugraha, Pri Hardiwanto, Ivan shofyan dan Ilham Dasa Maulana mengemukakan, tahap awal gedungnya dibangun enam lantai dengan kapasitas 600 kamar.
"Rumah sakit itu didesain ramah lingkungan dengan rencana bangunan diprogramkan delapan lantai," katanya.
Andy memastikan, pembangunan rumah sakit itu telah mendapatkan izin dari Pemkot Ambon dengan dikeluarkannya surat izin mendirikan bangunan (IMB) yang pembayaran retribusinya telah dilunasi.
Begitu pun kewajiban menyelesaikan dokumen Upaya Pengelolaan lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).
Kontraktor pelaksana yakni PT. Karya Unggulan Gemilang pun telah melakukan pengujian geologi karena mempertimbangkan Pulau Ambon termasuk daerah rawan gempa dan ternyata tekstur tanahnya menjamin untuk bangunan rumah sakit tersebut.
"Pastinya didesain kawasan yang ramah lingkungan dengan mendukung program Pemkot Ambon yakni AWFC dengan tujuan pemberdayaan kawasan Teluk Ambon yang didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP)," ujar Andy.
Manajemen Grup Lippo juga memprogramkan mendukung pengembangan pariwisata dengan mendesain kawasan pantai Desa Hatiwe Kecil dan Galala, termasuk sungai Way Ruhu sebagai daerah tujuan wisata menarik.
Apalagi, lokasi rumah sakit Siloam nanti hanya beberapa meter dari bangunan Jembatan Merah Putih yang melintasi Teluk Dalam Ambon. Nurul H
"Saya telah dikoordinasikan manajemen Grup Lippo, kemarin (Selasa) untuk pemancangan tiang sebagai komitmen guna membangun rumah sakit tersebut sehingga patut diapresiasi karena menunjukkan kepercayaan investor berbisnis di Ambon," katanya, dikonfirmasi, Rabu.
Apalagi, ini juga bagian dari rekomendasi diterbitkan Pemkot Ambon kepada Grup Lippo untuk mengelola sejumlah kawasan pantai di ibu kota Provinsi Maluku dalam rangka mendukung program Ambon Water Front City (AWFC).
"Jadi rumah sakit Siloam ini merupakan salah satu dari tujuan bisnis Grup Lippo di Kota Ambon dengan melaksanakan reklamasi pantai sebagai bagian dari program AWFC," ujarnya.
Pembangunan rumah sakit ini juga strategis dari sektor keamanan karena menunjukkan Ambon aman sehingga tercipta iklim investasi yang kondusif.
"Jadi rumah sakit bertaraf Internasional ini mencerminkan prospek bisnis bernilai ekonomis yang menunjukkan indikator Kota Ambon semakin diincar para investor," katanya.
Komitmen Grup Lippo juga menunjukkan bahwa Kota Ambon dari sudut geografis merupakan sentra pengembangan wilayah Indonesia Timur yang ideal untuk bisnis.
"Desainnya Ambon menjadi sentrum bisnis untuk Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan sejumlah Provinsi di pulau Sulawesi," ujar Richard.
Public Relation Grup Lippo, Andy Atis Manuhuttu, mengatakan, pembangunan rumah sakit berstandar internasional itu akan diawali pemancangan tiang pertama dijadwalkan pada akhir April atau awal Mei 2014.
Rumah sakit yang berlokasi di pantai Desa Hatiwe Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu dijadwalkan rampung pembangunannya pada Februari atau Maret 2015.
Lokasinya adalah kawasan pantai yang dangkal dan direklamasi sehingga memiliki lahan seluas 9.750 meter persegi.
Andy yang didampingi pihak pengelola bangunan yakni Purnama Nugraha, Pri Hardiwanto, Ivan shofyan dan Ilham Dasa Maulana mengemukakan, tahap awal gedungnya dibangun enam lantai dengan kapasitas 600 kamar.
"Rumah sakit itu didesain ramah lingkungan dengan rencana bangunan diprogramkan delapan lantai," katanya.
Andy memastikan, pembangunan rumah sakit itu telah mendapatkan izin dari Pemkot Ambon dengan dikeluarkannya surat izin mendirikan bangunan (IMB) yang pembayaran retribusinya telah dilunasi.
Begitu pun kewajiban menyelesaikan dokumen Upaya Pengelolaan lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).
Kontraktor pelaksana yakni PT. Karya Unggulan Gemilang pun telah melakukan pengujian geologi karena mempertimbangkan Pulau Ambon termasuk daerah rawan gempa dan ternyata tekstur tanahnya menjamin untuk bangunan rumah sakit tersebut.
"Pastinya didesain kawasan yang ramah lingkungan dengan mendukung program Pemkot Ambon yakni AWFC dengan tujuan pemberdayaan kawasan Teluk Ambon yang didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP)," ujar Andy.
Manajemen Grup Lippo juga memprogramkan mendukung pengembangan pariwisata dengan mendesain kawasan pantai Desa Hatiwe Kecil dan Galala, termasuk sungai Way Ruhu sebagai daerah tujuan wisata menarik.
Apalagi, lokasi rumah sakit Siloam nanti hanya beberapa meter dari bangunan Jembatan Merah Putih yang melintasi Teluk Dalam Ambon. Nurul H
Pewarta : Oleh Alex Sariwating
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNI AL bangun koarmada baru di Kaltim dan Ambon untuk perkuat pertahanan di laut
03 November 2025 11:28 WIB
Yonmarhanlan IX Ambon gagalkan penyelundupan pistol rakitan di pelabuhan Yos Sudarso
14 January 2025 7:55 WIB, 2025
Mayjen TNI Putranto menggantikan Mayjen Syafrial pimpin Kodam Pattimura
13 September 2024 17:46 WIB, 2024
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB