LKIM Pena Universitas Muhammadiyah Luncurkan Jurnal
Minggu, 20 April 2014 13:55 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM Pena) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar meluncurkan jurnal untuk mahasiswa dan dosen.
"Temanya adalah abadikan hidup melalui torehan pena dalam karya gemilang untuk mahasiswa, dosen, dan terbuka untuk umum," kata Wakil Dekan (WD I) FKIP Khaeruddin, SPd, M.Pd di Makassar, Minggu.
Dia mengatakan, penyusunan penulisan jurnal harus sesuai dengan format yang diberlakukan khususnya penulisan daftar pustaka.
Sementara itu, Kajur Pendidikan Bahasa Inggris Erwin Akib, S.Pd, M.Pd mengatakan, dalam penyusunan jurnal tidak boleh melakukan plagiat baik jurnal nasional dan internasional.
"Indonesia saat ini di urutan ke 61 dibawah Malaysia dan Thailand seluruh dunia dari segi peringkat jurnal internasional disebabkan karena tingkat pemahaman dosen tentang penyusunan jurnal masih relatif rendah," katanya.
Lebih lanjut Erwin Akib mengatakan, syarat untuk menulis jurnal internasional cukup panjang prosesnya minimal satu bulan, sehingga nilai dari jurnal harus memenuhi standar untuk diterbitkan.
Erwin Akib menjelaskan, dalam jurnal harus memenuhi abstrak dua ratus hingga lima ratus kata, kata kunci dan pendahuluan.
"Penulisan karya jika ingin diterbitkan oleh media harus berdasarkan kriteria media tersebut dan mempunyai bobot yang memadai," ungkap Erwin Akib.lkim
Selanjutnya, Erwin Akib memberikan kepada mahasiswa ultimatum untuk terus menulis sesuai dengan bidang keilmuan dan keahlian yang dimiliki sekaligus menjadikan dirinya siap untuk membina dalam penulisan jurnal.
"Temanya adalah abadikan hidup melalui torehan pena dalam karya gemilang untuk mahasiswa, dosen, dan terbuka untuk umum," kata Wakil Dekan (WD I) FKIP Khaeruddin, SPd, M.Pd di Makassar, Minggu.
Dia mengatakan, penyusunan penulisan jurnal harus sesuai dengan format yang diberlakukan khususnya penulisan daftar pustaka.
Sementara itu, Kajur Pendidikan Bahasa Inggris Erwin Akib, S.Pd, M.Pd mengatakan, dalam penyusunan jurnal tidak boleh melakukan plagiat baik jurnal nasional dan internasional.
"Indonesia saat ini di urutan ke 61 dibawah Malaysia dan Thailand seluruh dunia dari segi peringkat jurnal internasional disebabkan karena tingkat pemahaman dosen tentang penyusunan jurnal masih relatif rendah," katanya.
Lebih lanjut Erwin Akib mengatakan, syarat untuk menulis jurnal internasional cukup panjang prosesnya minimal satu bulan, sehingga nilai dari jurnal harus memenuhi standar untuk diterbitkan.
Erwin Akib menjelaskan, dalam jurnal harus memenuhi abstrak dua ratus hingga lima ratus kata, kata kunci dan pendahuluan.
"Penulisan karya jika ingin diterbitkan oleh media harus berdasarkan kriteria media tersebut dan mempunyai bobot yang memadai," ungkap Erwin Akib.lkim
Selanjutnya, Erwin Akib memberikan kepada mahasiswa ultimatum untuk terus menulis sesuai dengan bidang keilmuan dan keahlian yang dimiliki sekaligus menjadikan dirinya siap untuk membina dalam penulisan jurnal.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Indonesia telah cabut 2.065 izin usaha pertambangan yang tidak produktif
12 August 2022 20:21 WIB, 2022
Sekjen Pena 98 apresiasi Erick Thohir peduli kepada keluarga korban Trisakti
27 April 2022 14:50 WIB, 2022
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Menhut: Lestarikan keanekaragaman hayati dan kerajaan kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung
28 January 2026 19:50 WIB
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB