Makassar (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan memberikan sertifikat akreditasi kepada sembilan lembaga pemantau dan lembaga survei yang akan bekerja pada Pilkada serentak 27 November 2024.

"Melalui lembaga ini masyarakat dapat melihat perkembangan proses pilkada melalui pemantau maupun lembaga survei untuk hitung cepat hasil pemilihan," kata anggota KPU Sulsel Hasruddin Husain di Makassar, Rabu.

Menurut dia, hasil pemantauan maupun hitungan cepat dapat menyajikan gambaran hasil perolehan suara lebih cepat dari rekapitulasi berjenjang dilaksanakan KPU.

Kendati peran maupun tujuan dan mekanisme keduanya berbeda antara lembaga pemantau serta lembaga survei, namun keduanya memiliki kesamaan dalam bentuk partisipasi masyarakat pada pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, wali kota dan wakil wali kota serta bupati dan wakil bupati.

Sembilan lembaga pemantau dan lembaga survei mendapatkan persetujuan KPU Sulsel yakni Yasmib Sulsel, Forum Komunikasi Dekan Fisip Sulsel, Script Survey Indonesi (SSI), PT Citra Publik, PT Parameter Publik Indonesia, Indikator Politik Indonesia, Celebes Research Indonesia, serta Jaringan Suara Indonesia (JSI).

Lembaga tersebut telah dinyatakan memenuhi beberapa persyaratan dan ketentuan khusus oleh KPU Sulsel setelah dilakukan verifikasi serta resmi memiliki izin.

Seperti berbadan hukum, bersifat independen, mempunyai sumber dana yang jelas, serta terdaftar dan memperoleh akreditasi dari KPU provinsi atau KPU kabupaten kota untuk melakukan pemantauan.

Sebelumnya, KPU Sulsel menetapkan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur masing-masing paslon nomor urut 1 Moh Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad dengan tagline DIA dan paslon nomor urut 2 Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi dengan tagline Andalan Hati.

Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024