Esai Asdar Bernilai Rp50 Miliar dari Presiden
Senin, 27 Oktober 2014 20:07 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengungkapkan, esai dari almarhum Asdar Muis RMS telah mampu menggoyahkan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri dengan membantu Rp50 miliar.
"Masyarakat Makassar atau masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya tidak mengetahui kalau Anjungan Pantai Losari yang sangat indah itu karena andil seorang tokoh seniman seperti Asdar Muis RMS," ujarnya saat melayat di rumah duka Makassar, Senin.
Ramdhan mengatakan, saat dirinya masih menjabat sebagai staf ahli perencanaan kota mendampingi Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin 2004-2014 dirinya sedang membuat konsep mitigasi pantai sesuai permintaan wali kota.
Saat itu, dia mengungkapkan, rancangan yang dibuatnya telah selesai dan diperlihatkan ke wali kota langsung disambut dengan baik. Akan tetapi, anggaran yang dibutuhkan sangat besar.
Berbagai cara dilakukan oleh wali kota untuk mendapatkan pembiayaan dari pemerintah melalui pusat (APBN) dan melalui pembiayaan daerah dengan menggunakan dana APBD.
"Waktu itu masih sebatas rancangan dan belum ada pembangunan yang dilakukan. Anggaran yang dibutuhkan cukup besar dan permulaan pembangunan yang jadi masalah," katanya.
Danny, sapaan akrab wali kota itu menyebutkan, saat Presiden kelima Megawati Soekarnoputri sedang melakukan kunjungan kerja di Makassar atau di sekitar Pantai Losari, saat itulah dirinya memutar otak untuk meyakinkan presiden akan proyek besar tersebut.
"Saat itu, hubungan Asdar dan Pak Ilham (wali kota) kurang harmonis, sehingga nyaris tidak ada pelibatan sedikitpun. Saya menganggap, Asdar sebagai seorang seniman, budayawan dan mantan jurnalis itu bisa digunakan untuk menggugah hati sang presiden dengan esainya," ungkapnya.
Sehari sebelum kegiatan presiden, lanjut Danny, dirinya kemudian meminta bantuan untuk membuatkan esai yang menceritakan tentang sejarah dan potensi dari Anjungan Pantai Losari.
Saat dirinya berbincang melalui sambungan telepon genggam (HP), Asdar mengaku belum pernah melakukan hal demikian, tetapi setelah dijelaskan mengenai dampak dari pantai jika tidak dilakukan revitalisasi pantai dan akhirnya Asdar pun menyetujuinya.
"Ketika esainya sudah dan siap untuk dipentaskan, saya kemudian berkoordinasi dengan paspampres (pasukan pengaman presiden) agar dibuatkan tambahan agenda. Tetapi itu tidak ditanggapi dan saya lalu didorong sama paspampres," katanya.
"Namun ketika acara telah usai, tepatnya di senja hari, Asdar kemudian naik ke mimbar lewat belakang seraya berteriak membacakan esai itu. Ibu Mega yang tadinya sudah berdiri meninggalkan kursinya kemudian berbalik dan duduk kembali di kursinya," katanya.
Bait demi bait prosa yang dibacakan oleh Asdar Muis menarik hati presiden dan mencerna setiap kata akan makna dari proyek revitalisasi Pantai Losari itu.
Berkat penampilan dari seniman dan budayawan Sulsel yang telah mencetak banyak pewarta dan seniman hebat itu, Presiden Megawati kemudian menyetujui proyek revitalisasi yang disodorkan Pemerintah Kota Makassar dan langsung memberikan bantuan senilai Rp50 miliar.
"Itulah `starting point` dari revitalisasi Pantai Losari Makassar yang begitu indah dan menjadi ikon kota ini. Bantuan awal pemerintah pusat karena Asdar dan itu tidak akan saya lupakan dalam hidupku," kata Ramdhan Pomanto. S Muryono
"Masyarakat Makassar atau masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya tidak mengetahui kalau Anjungan Pantai Losari yang sangat indah itu karena andil seorang tokoh seniman seperti Asdar Muis RMS," ujarnya saat melayat di rumah duka Makassar, Senin.
Ramdhan mengatakan, saat dirinya masih menjabat sebagai staf ahli perencanaan kota mendampingi Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin 2004-2014 dirinya sedang membuat konsep mitigasi pantai sesuai permintaan wali kota.
Saat itu, dia mengungkapkan, rancangan yang dibuatnya telah selesai dan diperlihatkan ke wali kota langsung disambut dengan baik. Akan tetapi, anggaran yang dibutuhkan sangat besar.
Berbagai cara dilakukan oleh wali kota untuk mendapatkan pembiayaan dari pemerintah melalui pusat (APBN) dan melalui pembiayaan daerah dengan menggunakan dana APBD.
"Waktu itu masih sebatas rancangan dan belum ada pembangunan yang dilakukan. Anggaran yang dibutuhkan cukup besar dan permulaan pembangunan yang jadi masalah," katanya.
Danny, sapaan akrab wali kota itu menyebutkan, saat Presiden kelima Megawati Soekarnoputri sedang melakukan kunjungan kerja di Makassar atau di sekitar Pantai Losari, saat itulah dirinya memutar otak untuk meyakinkan presiden akan proyek besar tersebut.
"Saat itu, hubungan Asdar dan Pak Ilham (wali kota) kurang harmonis, sehingga nyaris tidak ada pelibatan sedikitpun. Saya menganggap, Asdar sebagai seorang seniman, budayawan dan mantan jurnalis itu bisa digunakan untuk menggugah hati sang presiden dengan esainya," ungkapnya.
Sehari sebelum kegiatan presiden, lanjut Danny, dirinya kemudian meminta bantuan untuk membuatkan esai yang menceritakan tentang sejarah dan potensi dari Anjungan Pantai Losari.
Saat dirinya berbincang melalui sambungan telepon genggam (HP), Asdar mengaku belum pernah melakukan hal demikian, tetapi setelah dijelaskan mengenai dampak dari pantai jika tidak dilakukan revitalisasi pantai dan akhirnya Asdar pun menyetujuinya.
"Ketika esainya sudah dan siap untuk dipentaskan, saya kemudian berkoordinasi dengan paspampres (pasukan pengaman presiden) agar dibuatkan tambahan agenda. Tetapi itu tidak ditanggapi dan saya lalu didorong sama paspampres," katanya.
"Namun ketika acara telah usai, tepatnya di senja hari, Asdar kemudian naik ke mimbar lewat belakang seraya berteriak membacakan esai itu. Ibu Mega yang tadinya sudah berdiri meninggalkan kursinya kemudian berbalik dan duduk kembali di kursinya," katanya.
Bait demi bait prosa yang dibacakan oleh Asdar Muis menarik hati presiden dan mencerna setiap kata akan makna dari proyek revitalisasi Pantai Losari itu.
Berkat penampilan dari seniman dan budayawan Sulsel yang telah mencetak banyak pewarta dan seniman hebat itu, Presiden Megawati kemudian menyetujui proyek revitalisasi yang disodorkan Pemerintah Kota Makassar dan langsung memberikan bantuan senilai Rp50 miliar.
"Itulah `starting point` dari revitalisasi Pantai Losari Makassar yang begitu indah dan menjadi ikon kota ini. Bantuan awal pemerintah pusat karena Asdar dan itu tidak akan saya lupakan dalam hidupku," kata Ramdhan Pomanto. S Muryono
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelindo Regional 4 : Penumpang di Pelabuhan Makassar naik dua kali lipat saat liburan
10 January 2023 5:37 WIB, 2023
Masyarakat Gowa diharapkan sukseskan pilkada tanpa termakan kabar bohong
07 October 2020 11:35 WIB, 2020
Puspom TNI : Total tersangka perusakan Mapolsek Ciracas sebanyak 65 orang
16 September 2020 14:40 WIB, 2020
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019