Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Sejumlah pedagang terutama pakaian, sepatu dan aksesori mengeluh, karena sejak dua bulan terakhir sepi dari pembeli sehingga omzet penjualannya berkurang.
"Pendapatan yang kami peroleh tiap hari mengalami penurunan yang sangat tajam," Kata Ayong salah seorang pedagang aksesori di pasar sentral Kota Gorontalo, Senin.
Dia menjelaskan, biasanya pendapatan yang diperoleh setiap hari berkisar Rp500 ribu hingga 600 ribu. Namun sejak beberapa bulan ini mengalami penurunan, bahkan pernah sehari hanya memperoleh pendapatan Rp27 ribu.
Menurut dia, sepinya pembeli tersebut disebabkan karena musim kemarau yang melanda Gorontalo, menyebabkan hasil pertanian dan perkebunan warga banyak yang gagal panen bahkan mengalami penurunan.
Aruji salah seorang pedagang pakaian mengakui bahwa saat ini memang pembeli yang datang ke pasar sentral sepi, pedagang banyak yang mengeluh bahkan tidak setiap hari membuka usahanya.
"Kami tidak tiap hari membuka usaha, sebab biaya operasi tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh," Kata Aruji seraya menambahkan pernah selama 3 hari berturut-turut tidak sepotongpun dagangannya laku terjual.
Dia menjelaskan, memang ada pengunjung yang datang ke toko maupun petak tempat penjualan pakaian, namun mereka tidak membeli hanya melihat-lihat saja meskipun terkadang harga yang dipatok oleh pedagang hanya modalnya saja tanpa memperoleh keuntungan.
Buang Panu salah seorang pedagang sepatu mengatakan, biasanya jika datang musim tahun ajaran baru, pembeli banyak yang datang untuk berbelanja, namun kali ini sangat sepi bahkan saat ini hanya satu ataupun dua orang yang datang itupun tidak membeli.
"Kami tidak bisa memaksa pembeli meskipun harga yang dipatok begitu murah, karena kondisi kekurangan mereka yang kebanyakan petani sangat minim akibat gagal panen," kata Buang.
Dia menjelaskan, kebanyakan pedagang yang membuka toko ataupun petaknya ataupun lapak, hanya karena tidak punya pekerjaan lain, padahal kalau dinilai hanya biaya operasional yang banyak jika dibandingkan dengan keuntungan. Nurul H