Menpora Batal Buka Kejurnas Catur Makassar
Rabu, 12 November 2014 22:43 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, batal membuka secara resmi pelaksanaan kejuaraan nasional catur di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12-22 November 2014 karena terjebak macet di Jakarta.
"Menpora sebenarnya sudah siap berangkat ke Makassar namun akhirnya batal karena sedang terjebak macet. Apalagi di beberapa jalan di Jakarta saat ini memang sedang tergenang banjir," jelas Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi Kemenpora Amung Ma`mun di Makassar, Rabu.
Meski tidak sempat hadir, kata dia, Menpora Imam Nahrawi tetap menyempatkan memberikan titipan bagi para peserta kejurnas agar tetap fokus sehingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaik di kejurnas yang ke-44 tersebut.
Ketua Panitia Kejurnas Prof Wasir Thalib, juga mengakui jika menpora memang sudah siap ke Makassar untuk membuka kejurnas. Pihak penyelenggara bahkan sudah menyiapkan penjemputan di bandara meski pada akhirnya batal datang karena terjebak macet di Jakarta.
"Kami sejak awal memang berharap Menpora bisa hadir di Makassar. Hanya saja karena beberapa kendala sehingga tidak bisa datang. Untuk pembukaan kejuaraan akhirnya dbuka resmi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo," katanya seusai pembukaan kejurnas, Rabu malam.
Pada pelaksanaan Kejurnas Catur 2014 diikuti sebanyak 754 atlet yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Seluruh atlet, kata dia, akan saling bersaing dalam puluhan nomor pertandingkan dari tiga kategori yakni kelompok senior putra-putri, junior putra-putri serta kelompok terbuka.
Sementara itu, Sulsel sebagai tuan rumah akan menurunkan sebanyak 10 atlet terbaik hasil seleksi pada kejurda 2014. Pihaknya juga tidak ingin memaksakan melibatkan banyak atlet karena terkendala kesiapan anggaran.
Menurut dia, Sulsel sebagai tuan rumah pada dasarnya tidak harus mengeluarkan anggaran transportasi. Namun begitu, kata dia, seluruh atlet tetap membutuhkan fasilitas akomodasi dan konsumsi yang tentu akan menambah pembiayaan.
Meski telah memutuskan hanya mengakomodir 10 atlet, lanjut dia, Sulsel tetap bisa menurunkan banyak atlet jika atlet yang bersangkutan bisa ditanggung pengcab masing-masing.
"Jika daerah bisa menanggung biaya akomodasi dan konsumsi sendiri, tentu kita sangat menyambut baik. Apalagi kejurnas ini memang bisa kita manfaatkan sebagai ajang mencari pengalaman bagi seluruh atlet daerah," ujarnya. T Susilo
"Menpora sebenarnya sudah siap berangkat ke Makassar namun akhirnya batal karena sedang terjebak macet. Apalagi di beberapa jalan di Jakarta saat ini memang sedang tergenang banjir," jelas Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi Kemenpora Amung Ma`mun di Makassar, Rabu.
Meski tidak sempat hadir, kata dia, Menpora Imam Nahrawi tetap menyempatkan memberikan titipan bagi para peserta kejurnas agar tetap fokus sehingga mampu mengeluarkan kemampuan terbaik di kejurnas yang ke-44 tersebut.
Ketua Panitia Kejurnas Prof Wasir Thalib, juga mengakui jika menpora memang sudah siap ke Makassar untuk membuka kejurnas. Pihak penyelenggara bahkan sudah menyiapkan penjemputan di bandara meski pada akhirnya batal datang karena terjebak macet di Jakarta.
"Kami sejak awal memang berharap Menpora bisa hadir di Makassar. Hanya saja karena beberapa kendala sehingga tidak bisa datang. Untuk pembukaan kejuaraan akhirnya dbuka resmi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo," katanya seusai pembukaan kejurnas, Rabu malam.
Pada pelaksanaan Kejurnas Catur 2014 diikuti sebanyak 754 atlet yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Seluruh atlet, kata dia, akan saling bersaing dalam puluhan nomor pertandingkan dari tiga kategori yakni kelompok senior putra-putri, junior putra-putri serta kelompok terbuka.
Sementara itu, Sulsel sebagai tuan rumah akan menurunkan sebanyak 10 atlet terbaik hasil seleksi pada kejurda 2014. Pihaknya juga tidak ingin memaksakan melibatkan banyak atlet karena terkendala kesiapan anggaran.
Menurut dia, Sulsel sebagai tuan rumah pada dasarnya tidak harus mengeluarkan anggaran transportasi. Namun begitu, kata dia, seluruh atlet tetap membutuhkan fasilitas akomodasi dan konsumsi yang tentu akan menambah pembiayaan.
Meski telah memutuskan hanya mengakomodir 10 atlet, lanjut dia, Sulsel tetap bisa menurunkan banyak atlet jika atlet yang bersangkutan bisa ditanggung pengcab masing-masing.
"Jika daerah bisa menanggung biaya akomodasi dan konsumsi sendiri, tentu kita sangat menyambut baik. Apalagi kejurnas ini memang bisa kita manfaatkan sebagai ajang mencari pengalaman bagi seluruh atlet daerah," ujarnya. T Susilo
Pewarta : Abd Kadir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pecatur AS Fabiano Caruana kian bayangi Magnus Carlsen di perolehan FIDE rating
02 November 2024 7:30 WIB, 2024
Pecatur Indonesia Aditya kembali ke jalur kemenangan di Kejuaraan Dunia Catur Remaja
21 November 2023 10:49 WIB, 2023
Aditya Bagus remis Lawan Jayden Wong Zhenyong di Kejuaraan Dunia Catur Remaja
19 November 2023 7:30 WIB, 2023
Adit raih kemenangan ketiga pada Kejuaraan Dunia Catur Remaja di Italia
17 November 2023 6:03 WIB, 2023
Pecatur Dewi Citra kian dekat juarai dwitarung JAPFA Chess Festival ke-13
22 October 2023 5:18 WIB, 2023
Pecatur GMW Dewi ungguli Thi Mai Hung di partai kedua dwi tarung Japfa Chess 13
20 October 2023 6:39 WIB, 2023
ASEAN Para Games 2023 - Para-catur Indonesia pesta medali emas di hari pertama
05 June 2023 5:13 WIB, 2023
Pecatur junior Sulsel perkuat timnas Indonesia di kejuaraan dunia di Taiwan
19 March 2023 15:18 WIB, 2023
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Liga Italia - Fabio Grosso dipecat sebagai pelatih Fiorentina karena tampil buruk
07 September 2026 12:53 WIB