Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menyampaikan komitmen untuk memperbaiki kinerja, pelayanan, serta menghapus citra negatif Bea Cukai.
Hal itu ia sampaikan menanggapi ultimatum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka opsi mengembalikan sistem kepabeanan ke model Orde Baru jika pembenahan internal tak berjalan dengan baik.
"Intinya bahwa itu adalah bentuk koreksi. Yang pasti, Bea Cukai ke depan akan berupaya untuk lebih baik," ujar Djaka dalam Konferensi Pers Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal Kanwil DJBC Jakarta, Rabu.
Untuk strategi pembenahan DJBC, Djaka menyebut transformasi budaya kerja dan peningkatan pengawasan sebagai prioritas.
"Mulai dari kultur, meningkatkan kinerja, kemudian meningkatkan pengawasan apakah itu di pelabuhan, di bandara. Tentunya kita akan memperbaiki semua pelayanan," katanya.
Djaka menjelaskan, sejumlah perbaikan sudah berjalan di DJBC, termasuk penggunaan teknologi akal imitasi (AI) guna memberantas praktik underinvoicing.
Lebih lanjut, menanggapi pernyataan Menkeu Purbaya yang meminta waktu satu tahun guna membenahi Bea Cukai.
Menurut dia, perbaikan pelayanan harus dirasakan langsung masyarakat.
Bea Cukai janji benahi kinerja setelah diancam dibekukan
Rabu, 3 Desember 2025 13:17 WIB
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama saat ditemui dalam Konferensi Pers Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal Kanwil DJBC Jakarta, Rabu (3/12/2025). (ANTARA/Bayu Saputra)
Pewarta : Bayu Saputra
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekjen Kemenkumham ajak pegawai bekerja dengan komitmen dan penuh amanah
03 March 2023 12:59 WIB, 2023
Kemenkumham Sulsel minta jajarannya dukung resolusi Kemenkumhan 2023
31 January 2023 21:07 WIB, 2023
Kapolrestabes : Tunggu pemeriksaan kejiwaan pelaku pembunuhan anak di Makassar
12 January 2023 21:27 WIB, 2023