Jakarta (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menanggapi ancaman serangan Amerika Serikat dengan menyatakan bahwa negaranya merupakan negara yang kuat tetapi tidak memiliki keinginan untuk berkonflik dengan siapa pun.
“Kami mampu mempertahankan diri. Kami memiliki kekuatan, namun tidak memiliki keinginan untuk berkonflik dengan pihak mana pun,” kata Dubes Boroujerdi.
Pernyataan tersebut disampaikannya pasca negosiasi tidak langsung mengenai nuklir antara Iran dengan AS pada Jumat lalu di Muscat, Oman, setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan sejumlah "armada besar" sedang menuju Iran.
Dubes Boroujerdi menekankan bahwa Iran tetap membuka membuka jalur dialog dengan AS meski dibayangi dengan ketidakpercayaan akibat pengalaman di masa lalu, termasuk insiden serangan yang terjadi di tengah proses negosiasi.
Ia menegaskan bahwa Iran berharap negosiasi kali ini dijalankan secara serius dan menekankan bahwa Teheran tidak menginginkan perang, melainkan perdamaian dan keamanan di kawasan. Namun demikian, Iran menyatakan kesiapan penuh untuk mempertahankan diri jika menghadapi ancaman atau tindakan militer.
“Jika mereka memang serius, kami akan sangat senang, karena kami tidak menyukai perang dalam bentuk apa pun. Kami menginginkan perdamaian dan keamanan di kawasan, tetapi kami juga siap menghadapi segala bentuk perang,” ucapnya.
Menanggapi unjuk rasa yang meluas yang terjadi di negaranya pada akhir tahun lalu, Dubes Boroujerdi menyampaikan bahwa dinamika internal merupakan urusan dalam negeri Iran dan tidak seharusnya dijadikan alasan oleh pihak asing untuk melakukan intervensi.
Berita selengkapnya : Iran soal ancaman serangan AS: Kami kuat tapi tidak ingin berkonflik