Makassar (ANTARA) - Aksi demonstrasi mahasiswa di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat malam, berakhir bentrok dengan sejumlah tukang ojek online karena para pencari nafkah tersebut dilarang melintas jalan.

Mahasiswa yang sebagian besar dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu terlibat tawuran melawan puluhan tukang ojol dengan cara melempar batu dan benda keras lainnya.

Aksi itu berawal sekitar pukul 18.00 Wita, ketika para mahasiswa memblokir jalan di depan kampus dengan cara membentangkan kayu, menaruh batu dan membakar ban bekas agar kendaraan tidak dapat melintas.

Namun yang disayangkan masyarakat adalah minimnya kehadiran petugas keamanan untuk mengurai massa agar aksi tidak meluas atau berdampak negatif.

"Polisinya mana? Jalan diblokir kok diam saja, tidak ada tindakan. Ini sudah meresahkan, membuat macet panjang. Kami ingin pulang ke rumah," kata seorang penumpang angkutan umum.

Pemblokiran jalan itu menyebabkan kemacetan lalu lintas panjang di Jalan Urip Sumoharjo.

Sejumlah tukang ojek berupaya menerobos jalan namun dihalangi peserta aksi.  Beberapa saat kemudian, sesuai video yang viral di media sosial, peserta aksi terlibat bentrok dengan tukang ojek online.

Sejumlah mahasiswa memblokir Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat malam (24/4/2026), sehingga pengguna sepeda motor terpaksa melipir mencari jalan. (ANTARA/tangkapan layar)

Sejumlah warganet yang memantau di media sosial juga mendukung aksi tukang ojek yang terlihat membuka blokade jalan dengan cara menyingkirkan batu dan kayu.

Dari situ terlihat, kehadiran aparat keamanan kurang maksimal untuk mengurai massa atau mencegah tawuran agar tidak meluas.

Pantauan ANTARA melaporkan, polisi terlihat hanya segelintir orang di lokasi kejadian, dan beberapa di antaranya terlihat memantau dari kejauhan.

Baca juga: Sebabkan macet, demo HMI di Makassar dikecam pengguna jalan