
Pemuda mabuk nekat lompat ke Sungai Pampang akhirnya ditemukan tewas

Makassar (ANTARA) - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad pemuda bernama Asrul alias Omah (25) yang sebelumnya diduga mabuk hingga nekat loncat bersama dua rekannya lalu tenggelam pada Selasa (19/5) malam di Sungai Pampang, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Pencarian hari kedua ini akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar 85 meter dari lokasi diduga tenggelam," kata Kepala Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Kelas A Makassar Andi Sultan, Rabu.
Tim gabungan beserta penyelam menemukan korban sekitar 85 meter dari lokasi kejadian awal saat loncat ke sungai, namun takdir berkata lain, korban dinyatakan dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan korban setelah Tim SAR Gabungan melakukan proses pencarian pada hari kedua dengan melibatkan puluhan unsur yang tergabung dalam operasi Search and Rescue (SAR).
"Proses pencarian hari kedua dilaksanakan sejak pagi dengan menggunakan perahu karet menyisir dari lokasi korban terlihat tenggelam menuju ke muara sungai sejauh 500 meter," ungkap Sultan.
Selain metode penyisiran, Tim SAR Gabungan juga menggunakan perahu karet yang dilengkapi dengan mesin tempel membuat gelombang buatan agar terjadi pergerakan arus di sekitar lokasi pencarian.
"Tim membuat gelombang buatan menggunakan perahu karet, selebihnya melakukan penyisiran di kiri dan kanan kanal sungai pampang," papar Sultan.
Metode ini membuahkan hasil setelah beberapa kali dilakukan gelombang buatan, korban akhirnya muncul dan ditemukan sekitar 85 meter dari lokasi awal.
"Korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga," kata Sultan menambahkan.
Sebelumnya, pada Selasa (19/5) malam, korban bersama dua rekan lainnya melompat ke kanal Sungai Pampang setelah sebelumnya mabuk usai menenggak minuman keras disertai mengisap tembakau sintetis di sekitar lokasi kejadian.
Ketiga orang itu diduga merasa kepanasan dan berada di bawah pengaruh minuman alkohol secara tiba-tiba melompat ke sungai. Dua orang berhasil diselamatkan malam tadi. Namun salah seorang, korban malah terseret arus lalu tenggelam.
"Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan mengimbau kepada masyarakat agar kejadian serupa bisa dihindari. Jangan melakukan aktifitas berlebihan di sekitar sungai, apalagi jika tidak bisa berenang," tegas Sultan.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur yang ikut dalam Tim SAR Gabungan terdiri dari BPBD Makassar, TNI, Polri, Damkarmat Makassar, TRC, relawan dan potensi SAR atas dedikasinya membantu proses pencarian dan bernilai kebaikan mendapatkan pahala.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
