
Longsor terjadi di Mamasa Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus memantau kondisi pascabencana longsor dan banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar.
"Kami tetap bersiaga 24 jam dan siap turun apabila terdapat permohonan bantuan dari pemerintah kabupaten maupun penetapan status tanggap darurat," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah di Mamuju, Sabtu.
Bencana banjir dan longsor yang melanda dua kabupaten di Sulbar itu, kata Yasir Fattah, dipicu intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama hingga menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Mamasa, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Aralle mengakibatkan banjir yang disertai longsor.
Material longsor terbawa arus sungai yang deras masuk ke permukiman warga dan merusak sejumlah rumah.
Akibat kejadian itu, tiga unit rumah warga mengalami rusak berat, dua rusak sedang, dan dua unit lainnya rusak ringan.
Sebanyak tujuh kepala keluarga atau 23 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga masing-masing sambil menunggu kondisi dinyatakan aman.
BPBD Kabupaten Mamasa telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi bencana bersama Tagana Kabupaten Mamasa.
Selain itu, BPBD masih terus berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
"Untuk kejadian di Aralle sudah ada laporan resmi dan bantuan juga sudah bergerak ke lokasi, bahkan kami sudah menurunkan dua orang tim asesmen. Sementara kejadian lain masih dalam tahap asesmen sehingga belum bisa dirilis secara resmi," jelas Yasir Fattah.
Selain kejadian di Mamasa, laporan awal juga menyebutkan tanah longsor terjadi terjadi di Dusun Katimbang, Desa Katimbang, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar.
Longsor sepanjang kurang lebih 70 meter tersebut mengakibatkan empat rumah warga mengalami kerusakan, dua rumah dilaporkan rusak ringan, dan dua rumah lainnya mengalami rusak parah.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari terakhir," kata Yasir Fattah.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
