Logo Header Antaranews Makassar

Satu wisatawan ditemukan tewas setelah terseret arus Sungai Kalimborang Maros

Selasa, 31 Maret 2026 13:35 WIB
Image Print
Tim SAR Gabungan mengevakuasi satu jenazah korban usai ditemukan, setelah sebelumnya dua wisatawan dilaporkan hilang setelah terseret arus air bah di Sungai Kalimborang, Dusun Bahagia, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.  ANTARA/HO-Dokumentasi Basarnas Makassar.

Maros (ANTARA) - Tim SAR Gabungan menemukan seorang korban tenggelam setelah terseret arus deras pada Minggu, (29/3) saat berwisata di Sungai Kalimborang, Dusun Bahagia, abupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam kondisi meninggal.

"Korban atas nama Muhammad Fajrin (20), jenis kelamin laki-laki ditemukan dalam keadaan meninggal dunia kurang lebih empat kilometer dari lokasi kejadian," ujar Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar Arif Anwar melalui keterangan yang diterima di Maros, Selasa.

Setelah penemuan jenazah korban, tim langsung mengevakuasi ke Puskesmas Tompobulu Maros untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. Korban merupakan warga Kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota Makassar.

Sedangkan satu korban lainnya bernama Icha yang dilaporkan ikut terseret arus bersama Fajrin saat berenang di sungai tersebut belum ditemukan tim pencarian.

Sejauh ini, Tim SAR Gabungan terus melanjutkan upaya pencarian terhadap satu korban lainnya dengan melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran Sungai Kalimborang, khusus di area hilir yang berpotensi menjadi titik terbawanya korban

"Untuk korban kedua masih dalam pencarian, mudah-mudahan sore ini bisa kami temukan semuanya," kata Arif.

Sebelumnya, dua orang anak muda ini berenang di sungai tersebut, namun secara tiba-tiba debit air membesar dari arah hulu. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/3) sekitar pukul 14.00 WITA. Dugaan kuat keduanya terseret arus air bah.

Baca juga: Dua wisatawan hilang karena terseret di Sungai Kalimborang Maros

Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Namun, derasnya arus sungai dan kondisi medan yang cukup ekstrem menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu terjadinya air bah secara tiba-tiba.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026