Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengembangkan klon kakao Sulawesi I dan II dalam rangka semakin meningkatkan produksi mutu dan kualitas kakao dan menjadikan kakao sebagai ikon komoditi ekonomi Sulbar.

Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Selasa, mengatakan, klon kakao Sulawesi I dan II merupakan klon kakao yang berasal dari kakao Sulbar yang sebelumnya disebut klon kakao Sulbar I dan II dan itu dikembangkan berkat program sektor perkebunan yang dilakukan pemerintah di Sulbar.

Ia mengatakan, program gerakan nasional peningkatan mutu dan produksi kakao (Gernas Pro Kakao) melalui program teknik budidaya kakao telah melahirkan klon kakao tersebut.

"Klon kakao Sulbar I dan II tersebut selanjutnya menjadi dikenal dengan klon kakao Sulawesi I dan II yang sekarang ini bukan hanya dikembangkan petani di Sulbar maupun petani kakao yang ada di Sulawesi tetapi dikembangkan seluruh petani di Indonesia, klon kakao sulawesi tersebut telah mendapatkan sertifikasi dari pemerintah di Indonesia dan nama klon Sulawesi akan mengangkat daerah di Sulawesi sebagai daerah penghasil kakao," katanya.

Menurut Gubernur, klon kakao tersebut telah diakui dunia karena klon kakao tersebut memiliki keunggulan karena dapat membuat kakao berproduksi tinggi karena setiap pohon yang tumbuh dari klon kakao Sulawesi I dan II mampu menghasilkan buah kakao hingga 300 buah per-pohon.

Selain itu, kata dia, pohon kakao cepat berproduksi dan tahan dari serangan hama dan penyakit

Gubernur mengatakan, dengan adanya klon kakao Sulawesi yang digunakan petani Sulbar mengembangkan tanaman kakao diharapkan kakao di Sulbar yang memiliki luas sekitar 185 ribu hektare dapat meningkatkan produksinya sekitar 135 ribu ton per-tahun.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Ir Supriyatno mengatakan, tahun ini kembali dilaksanakan program Gernas Pro Kakao dengan bantuan anggaran sekitar Rp220 miliar dari pemerintah pusat.

Ia mengatakan, anggaran gernas kakao secara keseluruhan untuk Sulbar akan mencapai Rp1 triliun dan itu akan dikelola tiga tahun kedepan dengan sejumlah program peningkatan mutu kualitas dan produksi kakao.

Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2024