Makassar (ANTARA Sulsel) - Anggota DPRD Tana Toraja Aser Pakabu meminta kepada siapapun pasangan calon bupati dan wakil bupati yang terpilih nanti harus memprioritaskan pembenahan infrastruktur jalan menuju lokasi objek wisata.

"Pemerintahan yang lalu kalau saya nilai itu gagal karena infrastruktur di sejumlah objek wisata Tana Toraja itu sangat minim, padahal objek wisata Tana Toraja banyak didatangi wisatawan mancanegara," ujar Aser Pakabu saat dihubungi dari Makassar, Selasa.

Dia mengatakan, minimnya infrastruktur di sejumlah obyek wisata di Kabupaten Tana Toraja justru mengundang reaksi masyarakat. Akses jalan yang buruk dan konsep layanan pariwisata yang tidak memadai menjadi keluhan di sejumlah kalangan.

Legislator dari Partai Demokrat itu menyebutkan jika Toraja ingin maju, seharusnya pemerintah dalam hal ini bupati harus menata konsep pariwisata menjadi lebih baik.

"Menambah destinasi pariwisata yang baru itu bagus, tetapi obyek-obyek yang lama juga jangan dilupakan karena obyek wisata inilah yang menjadi sasaran kedatangan wisatawan. Mulai dari infrastrukturnya hingga layanan di obyek wisata itu harus baik, terutama juga soal fasilitas yang ada di sana," katanya.

Anggota DPRD lainnya, Kristian HP Lambe menilai, beberapa tahun terakhir, termasuk di masa pemerintahan Bupati Theofilus Allorerung, obyek-obyek pariwisata ini seharusnya diperhatikan supaya wisatawan menjadi nyaman.

"Tapi kenyataannya kan tidak demikian. Buat apa terus menambah destinasi wisata baru kalau yang lama tidak diurus. Apalagi, jika destinasi wisata baru itu bermasalah, apa yang mau diandalkan? Kalau konsep pariwisata seperti ini, apanya yang luar biasa dari pemerintahan sebelumnya," tandasnya.

Kristian mencontohkan dua destinasi wisata baru di Toraja yang selalu diklaim berhasil, misalnya Wisata Alam Pango-pango yang bermasalah karena dibangun di lokasi hutan lindung. Lalu, pembangunan patung kristus yang lahannya belum dibebaskan.

"Kalau sekadar mengandalkan proyek karena dananya ada, wah siapa pun bupati bisa membangun itu. Yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana konsep wisata ini benar-benar nyaman bagi pengunjung dan pemasukannya juga bagus untuk kas daerah," jelasnya.