DKP Sulsel optimistis bersaing di era MEA
Selasa, 5 Januari 2016 10:49 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) optimistis dapat bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Kami telah melakukan persiapan sejak beberapa tahun yang lalu, dengan melakukan harmonisasi sistem mutu," kata Kepala Dinas DKP Pemprov Sulsel Iskandar di Makassar, Selasa.
Harmonisasi sistem mutu ini, lanjutnya, guna memastikan produk-produk perikanan Sulsel telah memenuhi standar mutu di negara-negara tujuan ekspor.
"Dengan demikian produk kita bisa bersaing di pasar ekspor," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Budidaya Tambak Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan Sulkaf S Latif mengatakan terdapat sejumlah komoditas andalan dalam menghadapi pasar global.
"Sejumlah komoditas unggulan kita, antara lain ikan bandeng, udang, rumput laut, kepiting ranjungan, dan telur ikan terbang," ujarnya.
Untuk menghadapi persaingan di pasar global, Sulkaf mengatakan pihaknya telah menerapkan sertifikasi mulai dari bibit, hingga metode budidaya.
Sertifikasi juga diterapkan pada SDM dan manajemen mutu.
"Sertifikasi dilakukan untuk memastikan kualitas produk sejak awal," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menargetkan pendapatan hingga Rp9 triliun pada tahun 2018 khusus dari sektor perikanan.
Untuk mewujudkan hal ini, gubernur mengatakan Pemprov Sulsel akan mendorong optimalisasi tambak, di antaranya tambak udang, ikan, dan rumput laut agar dapat berkontribusi terhadap perekonomian Sulsel.
"Kita juga akan mendorong pembangunan pabrik es, dan pabrik-pabrik pengolahan produk perikanan," katanya.
"Kami telah melakukan persiapan sejak beberapa tahun yang lalu, dengan melakukan harmonisasi sistem mutu," kata Kepala Dinas DKP Pemprov Sulsel Iskandar di Makassar, Selasa.
Harmonisasi sistem mutu ini, lanjutnya, guna memastikan produk-produk perikanan Sulsel telah memenuhi standar mutu di negara-negara tujuan ekspor.
"Dengan demikian produk kita bisa bersaing di pasar ekspor," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Budidaya Tambak Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan Sulkaf S Latif mengatakan terdapat sejumlah komoditas andalan dalam menghadapi pasar global.
"Sejumlah komoditas unggulan kita, antara lain ikan bandeng, udang, rumput laut, kepiting ranjungan, dan telur ikan terbang," ujarnya.
Untuk menghadapi persaingan di pasar global, Sulkaf mengatakan pihaknya telah menerapkan sertifikasi mulai dari bibit, hingga metode budidaya.
Sertifikasi juga diterapkan pada SDM dan manajemen mutu.
"Sertifikasi dilakukan untuk memastikan kualitas produk sejak awal," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menargetkan pendapatan hingga Rp9 triliun pada tahun 2018 khusus dari sektor perikanan.
Untuk mewujudkan hal ini, gubernur mengatakan Pemprov Sulsel akan mendorong optimalisasi tambak, di antaranya tambak udang, ikan, dan rumput laut agar dapat berkontribusi terhadap perekonomian Sulsel.
"Kita juga akan mendorong pembangunan pabrik es, dan pabrik-pabrik pengolahan produk perikanan," katanya.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Respons keluhan warga, Pemkot Makassar dan PLN UID Sulselrabar bahas pemadaman listrik bergilir
01 September 2026 17:53 WIB