
Sulbar kerjasama Swiss di sektor pendidikan

"Kunjungan pemerintah Sulbar ke Swiss sepekan yang lalu tentu bernilai positif. Untuk sektor pendidikan maka pemerintah Sulbar ...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, melakukan kerjasama dengan pemerintah Negara Swiss pada sektor pendidikan seiring diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2016.
"Kunjungan pemerintah Sulbar ke Swiss sepekan yang lalu tentu bernilai positif. Untuk sektor pendidikan maka pemerintah Sulbar akan mengirim tiga orang setiap tahun untuk melanjutkan pendidikan pada jurusan pariwisata dan perhotelan," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Drs H Muzakkir Kulasse di Mamuju, Kamis.
Menurutnya, potensi pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat memang memiliki daya tarik luar bisa. Namun, belum sepenuhnya dikelola secara maksimal.
Hal inilah yang menggelitik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan negara Swiss.
Muzakkir Kulasse mengatakan kerjasama yang dilakukan dengan Swiss lebih kepada sektor pendidikan dalam mendukung hadirnya anak didik berkualitas untuk memahami pengembangan di sektor pariwisata.
Ia mengatakan, alasan pemerintah Sulbar melakukan kerjasama dan mengirim mahasiswa ke negara Swiss, sebab terdapat sekolah perhotelan terbaik. Kerja sama antara negara Swiss akan dimulai tahun 2017.
"Kita akan mengirim 3 mahasiswa per tahun ke negara Swiss yang dibiayai oleh APBD Sulbar, jadi kalau ada mahasiswa Sulbar yang pintar bahasa inggris kita akan kirim ke sana," sebutnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Barat, H Anwar Adnan Saleh mengaku negara-negara tetangga seperti Malaysia memiliki pengunjung wisatawan hingga 20 juta pertahun, sedangkan Indonesia hanya 8 Juta pertahun.
"Tingginya kunjungan wisatawan di sana diakibatkan karena mereka menguasai teknologi pariwisata untuk melakukan promosi dan pengelolahaan hotel yang baik, inilah, mengapa kita harus kerjasama," ujar Gubernur Sulbar dua periode itu.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
