Kupang (ANTARA Sulsel) - Wajah politik di Provinsi berbasis kepulauan Nusa Tenggara Timur pada tahun 2016 ini "sedikit" berubah. Untuk pertama kalinya seorang perempuan mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi sebagai wakil bupati.
Dialah drh Maria Geong, Ph.D, wakil bupati terpilih untuk Kabupaten Manggarai Barat periode 2015-2020.
Maria Geong kelahiran Ruteng 21 November 1957, bersama Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula dilantik oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada Rabu (17/2).
Pada saat yang sama, gubernur juga melantik pasangan bupati dan wabup terpilih Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat, Ngada dan Manggarai.
"Saya merasa sebagai pembuka pintu, 'entry point' bagi perempuan (NTT)," ucap perempuan berusia 58 tahun tersebut.
"Mudah-mudahan dengan pengorbanan saya. Saya katakan pengorbanan karena saya yang sebelumnya seorang dokter hewan, ilmuwan, profesional dan praktisi peternakan berubah menjadi politisi. Saya kira, saya terjun bebas dalam hal ini (pilkada0)," tuturnya.
Demikian Maria Geong saat ditanya soal perasaannya sebagai perempuan pertama di NTT yang terpilih menjadi wakil bupati.
Maria Geong sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT dan mengundurkan diri untuk maju dalam Pilkada serentak di Manggarai Barat.
Ia melukiskan sempat grogi saat pertama kalinya mengambil sikap untuk terjun di dunia politik praktis ditengah masyarakat Manggarai yang menganut sistem budaya patrilinier.
Namun, karena tekadnya yang kuat untuk mengubah kehidupan kaum perempuan di daerah kelahiran tersebut, maka dirinya tetap melangkah maju.
"Kemiskinan di Manggarai itu identik dengan perempuan sehingga saya harus menunjukkan bahwa perempuan itu mampu memperjuangkan kaumnya," imbuh Maria Geong.
Dialah drh Maria Geong, Ph.D, wakil bupati terpilih untuk Kabupaten Manggarai Barat periode 2015-2020.
Maria Geong kelahiran Ruteng 21 November 1957, bersama Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula dilantik oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada Rabu (17/2).
Pada saat yang sama, gubernur juga melantik pasangan bupati dan wabup terpilih Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat, Ngada dan Manggarai.
"Saya merasa sebagai pembuka pintu, 'entry point' bagi perempuan (NTT)," ucap perempuan berusia 58 tahun tersebut.
"Mudah-mudahan dengan pengorbanan saya. Saya katakan pengorbanan karena saya yang sebelumnya seorang dokter hewan, ilmuwan, profesional dan praktisi peternakan berubah menjadi politisi. Saya kira, saya terjun bebas dalam hal ini (pilkada0)," tuturnya.
Demikian Maria Geong saat ditanya soal perasaannya sebagai perempuan pertama di NTT yang terpilih menjadi wakil bupati.
Maria Geong sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT dan mengundurkan diri untuk maju dalam Pilkada serentak di Manggarai Barat.
Ia melukiskan sempat grogi saat pertama kalinya mengambil sikap untuk terjun di dunia politik praktis ditengah masyarakat Manggarai yang menganut sistem budaya patrilinier.
Namun, karena tekadnya yang kuat untuk mengubah kehidupan kaum perempuan di daerah kelahiran tersebut, maka dirinya tetap melangkah maju.
"Kemiskinan di Manggarai itu identik dengan perempuan sehingga saya harus menunjukkan bahwa perempuan itu mampu memperjuangkan kaumnya," imbuh Maria Geong.