Konjen Australia apresiasi dongeng sehari di Makassar
Rabu, 20 Juli 2016 9:58 WIB
Pendongeng asal Australia Larry Brandy (kiri) memperagakan cara berburu suku Aborigin kepada anak-anak dalam Pekan Budaya Penduduk Asli Australia di Wisma Kalla, Makassar, Selasa (19/7). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
Makassar (ANTARA Sulsel) - Konsul Jenderal (Konjen) Aurstralia Richard Mathews mengapresasi dongeng sehari yang menghadirkan pendongeng dari Aborigin Australia, Indonesia dan seniman "sinrilik" di Makassar.
"Kami senang bisa menghadirkan para pendongeng ini untuk memperkenalkan kebudayaan Aborigin serta mengenal budaya Indonesia dan khususnya Makassar," kata Richard di sela kunjungannya di Makassar, Rabu.
Kegiatan yang mengusung tema "Australia Story Telling Day" itu yang digelar di Wisma Kalla pada Selasa (19/7) diawali dengan seminar tentang kiat-kiat mendongeng.
Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan pendongeng Aborigin Australia Larry Brandy bersama pendongeng ternama Indonesia yang akrap disapa Kak Resha dan juga pendongeng Makassar Kak Heru.
Di sela-sela kegiatan mendongeng tersebut, juga ditampilkan Daeng tutu yang merupakan seniman alat musik tradisional Makassar, Sinrilik.
Daeng Tutu dengan kepiawaiannya memainkan Sinrilik bertutur tentang perjuangan para keturunan Raja Gowa, khususnya Sultan Hasanuddin ketika harus menandatangani perjanjian "Bongayya" dengan penjajah Belanda sebelum Kemerdekaan Indonesia.
Menurut Richard, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka pekan budaya penduduk asli Australia, Aborigin yang diadakan setiap bulan Juli.
Kegiatan yang setiap tahunnya dirayakan ini, lanjut dia, bukan hanya oleh suku-suku asli sendiri, tetapi seluruh warga Australia yakni orang Aborigin dan orang dari Kepulauan Selat Torres.
Sementara itu, Larry yang merupakan keturunan Aborigin menuturkan, dengan mendongeng dapat melestarikan budayanya sekaligus memperkenalkan kepada suku lainnya di negara yang berbeda.
Hal senada dikemukakan Daeng Tutu yang mengungkapkan perlunya melestarikan budaya. Suku Aborigin sendiri memiliki kaitan budaya dengan Suku Makassar, karena keturunan Raja Gowa Makassar hidup di bagian utara Australia, Darwin.
Sementara pendongeng Kak Resha dalam menyajikan materinya dan berbagi pengalaman dengan para peserta yang sebagian besar adalah guru sekolah dan ibu rumah tangga, menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan anak.
"Salah satu cara dengan mendongeng, karena ini akan menjadi media yang menyenangkan, jika dibawakan juga dengan menyenangkan, sehingga anak-anak akan tertarik dan mendapatkan sisipan nilai-nilai moral di dalamnya," katanya.
"Kami senang bisa menghadirkan para pendongeng ini untuk memperkenalkan kebudayaan Aborigin serta mengenal budaya Indonesia dan khususnya Makassar," kata Richard di sela kunjungannya di Makassar, Rabu.
Kegiatan yang mengusung tema "Australia Story Telling Day" itu yang digelar di Wisma Kalla pada Selasa (19/7) diawali dengan seminar tentang kiat-kiat mendongeng.
Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan pendongeng Aborigin Australia Larry Brandy bersama pendongeng ternama Indonesia yang akrap disapa Kak Resha dan juga pendongeng Makassar Kak Heru.
Di sela-sela kegiatan mendongeng tersebut, juga ditampilkan Daeng tutu yang merupakan seniman alat musik tradisional Makassar, Sinrilik.
Daeng Tutu dengan kepiawaiannya memainkan Sinrilik bertutur tentang perjuangan para keturunan Raja Gowa, khususnya Sultan Hasanuddin ketika harus menandatangani perjanjian "Bongayya" dengan penjajah Belanda sebelum Kemerdekaan Indonesia.
Menurut Richard, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka pekan budaya penduduk asli Australia, Aborigin yang diadakan setiap bulan Juli.
Kegiatan yang setiap tahunnya dirayakan ini, lanjut dia, bukan hanya oleh suku-suku asli sendiri, tetapi seluruh warga Australia yakni orang Aborigin dan orang dari Kepulauan Selat Torres.
Sementara itu, Larry yang merupakan keturunan Aborigin menuturkan, dengan mendongeng dapat melestarikan budayanya sekaligus memperkenalkan kepada suku lainnya di negara yang berbeda.
Hal senada dikemukakan Daeng Tutu yang mengungkapkan perlunya melestarikan budaya. Suku Aborigin sendiri memiliki kaitan budaya dengan Suku Makassar, karena keturunan Raja Gowa Makassar hidup di bagian utara Australia, Darwin.
Sementara pendongeng Kak Resha dalam menyajikan materinya dan berbagi pengalaman dengan para peserta yang sebagian besar adalah guru sekolah dan ibu rumah tangga, menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan anak.
"Salah satu cara dengan mendongeng, karena ini akan menjadi media yang menyenangkan, jika dibawakan juga dengan menyenangkan, sehingga anak-anak akan tertarik dan mendapatkan sisipan nilai-nilai moral di dalamnya," katanya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
12 orang tewas, 29 terluka akibat penembakan massal di Pantai Bondi Australia
15 December 2025 6:01 WIB
Presiden Prabowo direncanakan menemui mantan PM Australia Paul Keating di Sydney
12 November 2025 5:35 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019