STIE Nobel rilis aplikasi `E-Academic"
Rabu, 24 Agustus 2016 18:39 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - STIE Nobel Indonesia merilias atau meluncurkan aplikasi yang bernama "E-Academic" yang diperuntukkan bagi orang tua mahasiswa untuk memantau segala aktifitas anaknya selama menuntut ilmu di kampus tersebut.
Pengembang sistem akademik berbasis online STIE Nobel Indonesia, Rahmat di Makassar, Rabu, mengatakan ini merupakan jawaban dari tidak sedikitnya orang tua setelah melepas anaknya pada jenjang perkuliahan sudah tidak tahu menahu dengan aktifitas anaknya selama kuliah.
"Bahkan tak jarang beberapa orang tua tak mengetahui bahwa anaknya mengalami persoalan akademik. Oleh karena itu menanggapi betapa besarnya juga peran orang tua dalam membimbing kemampuan mahasiswa, STIE Nobel merilis fitur online yang memudahkan orang tua untuk memantau perkembangan anak mereka," katanya.
Ia menjelaskan, fitur ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2014 namun baru diluncurkan tahun ini dalam rangka menyambut mahasiswa baru 2016.
Fitur untuk orang tua ini sengaja disediakan guna memudahkan memantau perkembangan perkuliahan mahasiswa.
Fitur yang diberi nama e-Academic ini dapat digunakan untuk melihat nilai, jadwal perkuliahan, indeks prestasi kumulatif, informasi pembayaran perkuliahan hingga kehadiran mahasiswa di kelas.
"Dibuka lewat website kampus, orang tua tinggal memasukkan NIM anaknya untuk login. Intinya untuk mengakses ini cukup mudah," jelasnya.
Kampus merupakan sarana pengembangan kapasitas kelimuan tapi bukan berarti melepaskan peran sentral orang tua sebagai pendidik utama. STIE Nobel Indonesia membangun sinergitas pengembangan keilmuan antara orang tua dan kampus.
Selain itu, kampus Entrepreneur STIE Nobel Indonesia selain menyediakan fitur e-Academic juga ada beberapa fitur lain seperti e-Library, e-Journal serta masyarakat luas dapat melihat aktifitas kampus STIE Nobel lewat akun-akun media sosial seperti twitter, facebook dan instagram.
"Kami terus menciptakan media pendukung pembelajaran dan pengawasan kualitas perkuliahan mahasiswa di STIE Nobel," Ungkap Ketua STIE Nobel DR Mashur Razak, MM.
Pengembang sistem akademik berbasis online STIE Nobel Indonesia, Rahmat di Makassar, Rabu, mengatakan ini merupakan jawaban dari tidak sedikitnya orang tua setelah melepas anaknya pada jenjang perkuliahan sudah tidak tahu menahu dengan aktifitas anaknya selama kuliah.
"Bahkan tak jarang beberapa orang tua tak mengetahui bahwa anaknya mengalami persoalan akademik. Oleh karena itu menanggapi betapa besarnya juga peran orang tua dalam membimbing kemampuan mahasiswa, STIE Nobel merilis fitur online yang memudahkan orang tua untuk memantau perkembangan anak mereka," katanya.
Ia menjelaskan, fitur ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2014 namun baru diluncurkan tahun ini dalam rangka menyambut mahasiswa baru 2016.
Fitur untuk orang tua ini sengaja disediakan guna memudahkan memantau perkembangan perkuliahan mahasiswa.
Fitur yang diberi nama e-Academic ini dapat digunakan untuk melihat nilai, jadwal perkuliahan, indeks prestasi kumulatif, informasi pembayaran perkuliahan hingga kehadiran mahasiswa di kelas.
"Dibuka lewat website kampus, orang tua tinggal memasukkan NIM anaknya untuk login. Intinya untuk mengakses ini cukup mudah," jelasnya.
Kampus merupakan sarana pengembangan kapasitas kelimuan tapi bukan berarti melepaskan peran sentral orang tua sebagai pendidik utama. STIE Nobel Indonesia membangun sinergitas pengembangan keilmuan antara orang tua dan kampus.
Selain itu, kampus Entrepreneur STIE Nobel Indonesia selain menyediakan fitur e-Academic juga ada beberapa fitur lain seperti e-Library, e-Journal serta masyarakat luas dapat melihat aktifitas kampus STIE Nobel lewat akun-akun media sosial seperti twitter, facebook dan instagram.
"Kami terus menciptakan media pendukung pembelajaran dan pengawasan kualitas perkuliahan mahasiswa di STIE Nobel," Ungkap Ketua STIE Nobel DR Mashur Razak, MM.
Pewarta : Abd Kadir
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ITB Nobel menawarkan kerja sama pengembangan SDM kepada Pemkot Makassar
17 April 2024 4:13 WIB, 2024
Presiden Jokowi usulkan sejumlah tokoh pembangunan ekonomi RI dihadiahi Nobel
07 March 2024 13:13 WIB, 2024
Profesor Indonesia di Malaysia diundang tampil di Forum Penerima Nobel 2022
18 May 2022 17:31 WIB, 2022
Peraih Nobel Perdamaian dan pejuang Afsel Desmond Tutu wafat pada usia 90 tahun
26 December 2021 18:05 WIB, 2021
Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai minta dunia lindungi hak perempuan Afghanistan
25 September 2021 13:08 WIB, 2021
Presiden AS desak Militer Myanmar lepaskan kekuasaan, bebaskan tahanan pemimpin sipil
05 February 2021 9:02 WIB, 2021
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Munafri perkuat mobilitas perkotaan inklusif melalui Forum Indonesia on the Move
28 January 2026 17:13 WIB
Pemkot Makassar dan Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA Jepang
28 January 2026 5:19 WIB
Lindungi karya dosen dan mahasiswa, Kemenkum Sulbar - Universitas Tomakaka bentuk Sentra KI
27 January 2026 18:21 WIB
Pemprov Sulsel serahkan santunan kepada keluarga Farhan korban kecelakaan ATR 42-500
27 January 2026 15:08 WIB