Mamuju (ANTARA Sulbar) - Survei Jaringan Indonesia (JSI) menyebutkan, isu pembangunan infrastruktur jalan mesti menjadi skala prioritas program bagi tiga pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur pada proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur Sulbar, 15 Februari 2017.

"Pertarungan tiga pasangan di Pilgub Sulbar 2017 mendatang diprediksi berjalan ketat. Itu mengacu pada survei Jaringan Suara Indonesia (JSI)," kata Supervisor Pemenangan JSI, Arif Saleh di Mamuju, Rabu.

Jika melihat peta dukungan dan dinamika saat ini, bisa prediksi pertarungannya akan ketat, terutama antara Suhardi Duka dan Ali Baal Masdar. Siapapun yang terpilih, selisih suaranya tidak akan jauh dari kandidat lainnya.

Arif menuturkan, tiga pasangan tersebut, masing-masing punya basis suara yang bisa mendongkrak keterpilihannya.

Sisa lanjut dia, mereka menyusun atau menjalankan formulasi program sosialisasi yang efektif dan tepat sasaran, terutama untuk meyakinkan para pemilih yang belum menentukan pilihan saat ini, atau yang masih memungkinkan mengubah dukungannya.

Di survei yang melibatkan 700 responden dengan marjin error 3,8 persen juga merekam potret harapan masyarakat yang mendesak untuk dicarikan solusi. Salah satunya tentang Infrastruktur jalan.

"Dalam survei terekam bahwa infrastruktur jalan memang menjadi persoalan khusus. Sehingga kandidat mesti memiliki jawaban atau program yang riil bagaimana mengatasi jika mereka terpilih," papar Arif Saleh.

Selain perbaikan jalan, lanjutnya, masalah lainnya yang tak kalah penting harus diperhatikan kandidat, adalah pengangguran. Sebab, tidak sedikit masyarakat menaruh harapan besar kepada pemimpinnya kelak agar membuka lahan pekerjaan yang lebih besar.

"Begitu juga krisis air bersih dan krisis listrik di beberapa wilayah mesti dicarikan solusi oleh para kandidat, bagaimana mengatasinya," tambah Arif yang lembaganya sudah memenangkan 44 pilkada di Indonesia selama tujuh tahun terakhir.

Berdasar harapan publik yang terekam di survei, Arif menyarankan kepada kandidat untuk merumuskan program yang sesuai harapan publik. Apalagi, di momentum politik, seperti pemilihan gubernur, program atau jualan kandidat yang tepat sasaran ikut menentukan keterpilihan.

Sekadar diketahui, JSI yang di Pilgub Sulbar 2011 berhasil memenangkan Anwar Adnan Saleh, belum lama ini melakukan riset untuk merekam potret masyarakat terhadap kandidat gubernur, termasuk harapannya ke gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya.

Mengenai kampanye hitam atau isu negatif yang mulai marak jelang pilkada, Arif menganggap jika pengaruhnya sangat tergantung pada kemasan. Alasannya, black campaign dan negatif campaign memiliki perbedaan.

"Kalau black campaign, isinya kan tidak berdasar fakta-fakta atau tidak benar. Jika itu terkonfirmasi ke publik hanya sebatas fitnah, malah bisa menguntungkan kandidat yang diserang, karena muncul kesan teraniaya," ujarnya.

Bagaimana dengan negatif campaign?. Arif menilai, pengaruhnya bisa merugikan kandidat yang diserang, terutama kalau dilakukan secara massif dan terstruktur. Alasannya, negatif campaign adalah sesuatu yang didasari pada fakta.

Pewarta : Aco Ahmad
Editor :
Copyright © ANTARA 2026