Kupang (ANTARA Sulsel) - Seminari Menengah St. Rafael Oepoi Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang didirikan pada 15 Agustus 1984, akan merayakan pesta peraknya atau 25 tahun sekolah calon imam Katolik itu pada 29 September mendatang.
"Kami akan merayakan pesta perak pada 29 September mendatang bersamaan dengan pentabhisan tiga orang diakon menjadi imam Katolik produk seminari tersebut," kata Imam Perdana Seminari St. Rafael Kupang, Romo Leo Mali, Pr di Kupang, Sabtu.
Dia mengatakan, ada sejumlah kegiatan menyongsong pesta perak dan tahbisan imam baru pada 29 September mendatang, yakni pameran panggilan, pengobatan gratis dan pertandingan olahraga.
Diharapkan, semua alumni Seminari St Rafael dapat berpartisipasi dalam semua kegiatan yang direncanakan, minimal menghadiri puncak perayaan pesta perak dan tahbisan imam pada 29 September nanti.
"Kehadiran itu sebagai ajang silahturami dan bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di lembaga calon imam tersebut," katanya.
Sementara itu, Praeses Seminari St. Rafael Kupang, Pater Yulius Bere, SVD mengisahkan, lembaga pendidikan tersebut telah menghasilkan 65 orang imam ditambah dengan tiga diakon yang akan ditahbiskan pada akhir September nanti.
Seminari menengah itu didirikan pada masa kepemimpinan Uskup Agung Kupang, Mgr Gregorius Monteiro SVD (almarhum) dan diresmikan oleh Gubernur NTT pada saat itu, Ben Mboy.
"Sekolah calon imam Katolik itu kami beri nama Santo Rafael sebagai pelindung seminari tersebut, untuk mengenang riwayat seorang misionaris Katolik yang telah berjasa menabur benih-benih iman di Kupang," katanya.
Pada tahun pertama, jelas Yulius, Seminari Menengah St Rafael Kupang hanya menerima 11 orang siswa dari sekitar 26 orang pada kelas persiapan.
Sebelum Departemen Pendidikan dan Kebudayaan NTT memberi persetujuan pembukaan SMA Seminari St. Rafael pada 4 Juli 1991, kegiatan belajar mengajar bergabung dengan SMAK Giovanni Kupang.
"Ada dua program studi yang dilaksanakan pada waktu itu, yakni ilmu fisika dan ilmu sosial," katanya.
Berdasarkan rekapitulasi perkembangan seminari sejak angkatan pertama tahun 1984 hingga angkatan ke-25 pada 2009, tercatat sebanyak 1.461 orang pernah menjajakan kaki di lembaga calon imam tersebut.
"Dalam perjalanannya, sebanyak 505 orang melanjutkan studinya ke jenjang terakhir di seminari tinggi untuk menjadi imam," katanya.
Bertepatan dengan perayaan pesta perak, kata Yulius, lembaga calon imam ini telah melahirkan 65 imam.
Dari jumlah imam tersebut, sebanyak 40 imam projo dalam Diosesan Keuskupan Agung Kupang dan 25 imam lainnya adalah pastor SVD (Serikar Sabda Allah).
(T.PSO-085/L003)
"Kami akan merayakan pesta perak pada 29 September mendatang bersamaan dengan pentabhisan tiga orang diakon menjadi imam Katolik produk seminari tersebut," kata Imam Perdana Seminari St. Rafael Kupang, Romo Leo Mali, Pr di Kupang, Sabtu.
Dia mengatakan, ada sejumlah kegiatan menyongsong pesta perak dan tahbisan imam baru pada 29 September mendatang, yakni pameran panggilan, pengobatan gratis dan pertandingan olahraga.
Diharapkan, semua alumni Seminari St Rafael dapat berpartisipasi dalam semua kegiatan yang direncanakan, minimal menghadiri puncak perayaan pesta perak dan tahbisan imam pada 29 September nanti.
"Kehadiran itu sebagai ajang silahturami dan bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di lembaga calon imam tersebut," katanya.
Sementara itu, Praeses Seminari St. Rafael Kupang, Pater Yulius Bere, SVD mengisahkan, lembaga pendidikan tersebut telah menghasilkan 65 orang imam ditambah dengan tiga diakon yang akan ditahbiskan pada akhir September nanti.
Seminari menengah itu didirikan pada masa kepemimpinan Uskup Agung Kupang, Mgr Gregorius Monteiro SVD (almarhum) dan diresmikan oleh Gubernur NTT pada saat itu, Ben Mboy.
"Sekolah calon imam Katolik itu kami beri nama Santo Rafael sebagai pelindung seminari tersebut, untuk mengenang riwayat seorang misionaris Katolik yang telah berjasa menabur benih-benih iman di Kupang," katanya.
Pada tahun pertama, jelas Yulius, Seminari Menengah St Rafael Kupang hanya menerima 11 orang siswa dari sekitar 26 orang pada kelas persiapan.
Sebelum Departemen Pendidikan dan Kebudayaan NTT memberi persetujuan pembukaan SMA Seminari St. Rafael pada 4 Juli 1991, kegiatan belajar mengajar bergabung dengan SMAK Giovanni Kupang.
"Ada dua program studi yang dilaksanakan pada waktu itu, yakni ilmu fisika dan ilmu sosial," katanya.
Berdasarkan rekapitulasi perkembangan seminari sejak angkatan pertama tahun 1984 hingga angkatan ke-25 pada 2009, tercatat sebanyak 1.461 orang pernah menjajakan kaki di lembaga calon imam tersebut.
"Dalam perjalanannya, sebanyak 505 orang melanjutkan studinya ke jenjang terakhir di seminari tinggi untuk menjadi imam," katanya.
Bertepatan dengan perayaan pesta perak, kata Yulius, lembaga calon imam ini telah melahirkan 65 imam.
Dari jumlah imam tersebut, sebanyak 40 imam projo dalam Diosesan Keuskupan Agung Kupang dan 25 imam lainnya adalah pastor SVD (Serikar Sabda Allah).
(T.PSO-085/L003)