Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Setelah menjalankan tugas sebagai Ketua Sementara DPRD Bantaeng sejak Agustus 2009, Hj Novrita A Langgara akhirnya ditetapkan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan secara definitif setelah dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng M Zainal Arifin, SH.

Bersama tokoh wanita Partai Golkar itu, juga dilantik Darwis, SE (PAN) sebagai Wakil Ketua dan Ir Alim Bahri L Tana (Demokrat).

Pelantikan dalam paripurna istimewa yang berlangsung di gedung DPRD Kabupaten Bantaeng, Senin, disaksikan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Sekda H Syamsuddin, para tokoh masyarakat dan LSM di daerah berjuluk Butta Toa ini.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, proses pelantikan yang cukup panjang dan membutuhkan energy berdampak pada mantapnya sinergitas semua pihak untuk mewujudkan kesamaan persepsi dan interpretasi terhadap peran dan fungsi masing-masing dalam rangka pelaksanaan tugas dan tanggungjawab guna peningkatan kesejehtaraan masyarakat Bantaeng sehingga harapan untuk mewujudkan kemandirian di daerah ini secara perlahan tapi pasti akan terwujud.

Ini penting karena berbagai tugas pasca pengambilan sumpah ini telah mendesak untuk segera dibahas bersama, terutama persiapan pembahasan APBD 2010 yang merupakan instrumen utama penggerak roda perekonomian daerah, jelas Bupati.

Mengutip data BPS 2009, Bupati Bantaeng mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini hingga akhir 2008 mencapai 6,73 persen. Angka ini merupakan angka tertinggi pascakrisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan 1998.

Satu hal yang penting kita cermati dan syukuri, tambah Bupati Bantaeng, meski ekonomi global melanda banyak wilayah, khususnya kawasan Asia, namun hal tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Bantaeng.

Ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi daerah ini yang mengalami perubahan yang cukup signifikan pada hampir semua sektor. Hal ini tidak terlepas dari kerjasama harmonis antarsemua pihak, termasuk legislatif dan stakeholder lainnya dalam menyusun dan menetapkan agenda pembangunan yang secara makro telah memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang cukup drastis.

Namun, di sisi lain, melalui agenda pembangunan ke depan kita mulai mengarahkan ke perekonomian mikro rumah tangga dan pemerataan kesejahteraan mengingat masih banyak kantong-kantong kemiskinan di daerah ini yang perlu perhatian dan penanganan serius.

Dalam kondisi tersebut, Bupati percaya anggota dewan telah memiliki grand desain masing-masing untuk menjadikan Bantaeng sebagai primadona di bagian selatan Sulsel.

(T.PSO-099/F003)