Penulis Jerman akan hadiri MIWF 2018
Rabu, 2 Mei 2018 9:31 WIB
Fatma Aydemir. (Foto: Tobias Bohm)
Jakarta (Antaranews Sulsel) - Fatma Aydemir, penulis Jerman berdarah Turki, akan menghadiri Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018 di Fort Rotterdam Makassar, Sulawesi Selatan, pada 2-5 Mei 2018 mengangkat tema “Voice/Noise” (Suara/Kebisingan).
Dalam novelnya perdananya “Ellbogen”, penulis menceritakan kisah Hazal Akgündüz, gadis berusia 17 tahun yang masih tinggal bersama keluarganya di Berlin Wedding, salah satu lingkungan yang terkenal kasar.
Kehidupan keseharian sang protagonis dipenuhi dengan kebosanan, ekspektasi yang dangkal dari orang tuanya, dan nuansa rasisme di sekitarnya.
Dalam perjalanannya mencari jati diri, Hazal membuat kesalahan fatal dari sekedar mencuri lipstik sampai menggunakan kekuatan tumpul, yang pada akhirnya membuatnya melarikan diri ke Istanbul.
Novel Aydemir diterbitkan pada akhir Januari 2017 dan mendapatkan pujian kritis sebagai karya yang telah melihat urgensi baru tentang perkembangan kondisi politik akhir-akhir ini di Turki. Penulis telah menciptakan tokoh protagonis untuk seluruh generasi Jerman, menemukan diri mereka yang terpecah antara dua dunia.
Novel itu meraih Hadiah KlausMichael Kühnke pada Festival Sastra Harbour Front dan telah dipentaskan sebagai sandiwara di berbagai kota di Jerman. “Ellbogen“ telah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda dan bahasa Turki.
Goethe Institut dalam keterangan pers mengatakan selama MIWF berlangsung Fatma Aydemir akan didampingi oleh penulis Feby Indirani, seorang penulis Indonesia yang tengah naik daun berkat karyanya “Bukan Perawan Maria“.
Kedua wanita ini akan berpartisipasi dalam program festival bersama, seperti peluncuran buku "Not Virgin Mary", diskusi panel tentang "Sejarah dan Tradisi dalam Sastra", ceramah umum tentang "Hidup sebagai Minoritas di Jerman" dan diskusi panel "Relaksi Beragama" (Bersantai).
Dalam novelnya perdananya “Ellbogen”, penulis menceritakan kisah Hazal Akgündüz, gadis berusia 17 tahun yang masih tinggal bersama keluarganya di Berlin Wedding, salah satu lingkungan yang terkenal kasar.
Kehidupan keseharian sang protagonis dipenuhi dengan kebosanan, ekspektasi yang dangkal dari orang tuanya, dan nuansa rasisme di sekitarnya.
Dalam perjalanannya mencari jati diri, Hazal membuat kesalahan fatal dari sekedar mencuri lipstik sampai menggunakan kekuatan tumpul, yang pada akhirnya membuatnya melarikan diri ke Istanbul.
Novel Aydemir diterbitkan pada akhir Januari 2017 dan mendapatkan pujian kritis sebagai karya yang telah melihat urgensi baru tentang perkembangan kondisi politik akhir-akhir ini di Turki. Penulis telah menciptakan tokoh protagonis untuk seluruh generasi Jerman, menemukan diri mereka yang terpecah antara dua dunia.
Novel itu meraih Hadiah KlausMichael Kühnke pada Festival Sastra Harbour Front dan telah dipentaskan sebagai sandiwara di berbagai kota di Jerman. “Ellbogen“ telah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda dan bahasa Turki.
Goethe Institut dalam keterangan pers mengatakan selama MIWF berlangsung Fatma Aydemir akan didampingi oleh penulis Feby Indirani, seorang penulis Indonesia yang tengah naik daun berkat karyanya “Bukan Perawan Maria“.
Kedua wanita ini akan berpartisipasi dalam program festival bersama, seperti peluncuran buku "Not Virgin Mary", diskusi panel tentang "Sejarah dan Tradisi dalam Sastra", ceramah umum tentang "Hidup sebagai Minoritas di Jerman" dan diskusi panel "Relaksi Beragama" (Bersantai).
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar perketat pengawasan harga pangan jelang Ramadhan dan Imlek
14 February 2026 5:17 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Terpopuler - Seni Budaya
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019