Pengamat: 40 persen informasi sampah di internet

id 40 persen informasi sampah, digitalisasi, Ketua Forum Telematika KTI, Hidayat Nahwi Rasul

Ketua Forum Telematika KTI Hidayat Nahwu Rasul (ujung kiri) bersama Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali (kedua kiri) pada diskusi publik yang digelar DPRD Makassar bersama Pengda PJI Sulsel di Makassar, Sabtu (4/8). Foto ANTARA/ S. Mappong/18

Makassar (Antaranews Sulsel) - Ketua Forum Telematika Kawasan Timur Indonesia (KTI) Hadayat Nahwi Rasul mengatakan, sekitar 40 persen informasi sampah (tidak bermanfaat) yang disajikan di internet.
   
Pernyataan itu dikemukakan Hidayat selaku salah seorang pemateri pada kegiatan Diskusi Publik yang mengusung tema "Tantangan Peluang Humas dengan Mitra Media Digital di Era Demokrasi" di Hotel Gahara Makassar, Sabtu.

"Jika kita melihat internet di pinggir-pinggir atau mengapung saja maka hanya informasi sampah yang kita dapatkan," kata mantan komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel ini.
  
Ia menambahkan, infomasi yang baik dapat dikunjungi di website universitas ternama dunia yang menghadirkan banyak informasi yang baik untuk dibaca.

Sementara itu, ada kecenderungan generasi muda sekarang rawan membuka website atau aplikasi yang berbau hot dan sudah menjadi kebiasaan informasi di website Universitas dunia jarang dibuka.

Berangkat dari hal tersebut Lembaga Internet Dunia mengambil kesimpulan bahwa informasi di internet adalah 40 persen informasi sampah yang sering dibuka generasi muda.

Di sisi lain, lanjut dia, penggunaan gadget (dawai) pada usia dini dinilai dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, sehingga perlu bimbingan dari orang tua atau orang-orang di sekitarnya.

Pernyataan serupa dikemukakan Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Ismail Hajjiali pada kesempatan yang sama. Menurut dia, peranannya dalam menyosialisasikan program "Sombere" Pemkot Makassar turut menyentuh penting informasi yang sehat di kalangan masyarakat.

Bahkan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali yang juga menjadi pembicara menyebutkan perlu ada tindakan sosialisasi yang lebih intens ke akar rumput agar dapat membantu memilah informasi yang patut diterima atau ditolak karena dapat membahayakan perkembangan generasi muda.
   
"Dinas Komunikasi dan Informatika Makassar dapat mengajukan usulan anggaran untuk itu kami dan kami siap membantu," katanya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar