
Robert Alberts minta pemain "ngotot" hadapi Persipura

Kita tidak bisa memberikan instruksi dan arahan pemain tampil pelan-pelan agar sebisa mungkin terhindar dari akumulasi kartu. Kita ingin pemain berjuang lebih keras demi meraih hasil terbaik
Makassar (Antaranews Sulsel) - Pelatih PSM Robert Rene Alberts meminta seluruh pemain bisa tampil "ngotot" dan penuh daya juang untuk mengimbangi kecepatan para pemain Persipura Jayapura yang akan dihadapinya di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Minggu.
Robert Rene Alberts di Makassar, Minggu, mengatakan Persipura memiliki banyak pemain muda dengan kemampuan individu serta kecepatan yang patut diwaspadai setiap pemain.
"Kita tidak bisa memberikan instruksi dan arahan pemain tampil pelan-pelan agar sebisa mungkin terhindar dari akumulasi kartu. Kita ingin pemain berjuang lebih keras demi meraih hasil terbaik," ujarnya.
Sementara CEO PSM, Munafri Arifuddin mengaku begitu kecewa atas SK Komdis PSSI yang baru saja diterima pihak klub terkait hukuman larangan bermain dua pertandingan (PSM vs Persipura dan Persebaya vs PSM) kepada gelandang PSM, Rizki Pellu akibat kejadian saat pemain asal Tulehu ini melanggar pemain Persib, Dedi Kusnandar di laga PSM vs Persib, 24 Oktober 2018 lalu.
Pihak PSM geram karena SK itu baru didapatkan pada rapat teknis persiapan jelang pertandingan PSM kontra Persipura.
"Kami sangat kecewa karena pemberitahuan mengenai larangan bermain Rizki Pellu akibat pelanggaran disiplin baru kami terima siang hari dimana segala persiapan jelang pertandingan telah kami jalankan. Saat MCM pun tidak ada pembahasan mengenai sanksi tambahan untuk Rizki Pellu"jelasnya.
Muanfri kembali mengingatkan kejadian saat salah satu penjaga gawang PSM, Imam Arief Fadilah mendapat larangan bermain satu jam jelang "kick off".
"Bahkan sebelumnya lebih tak mengenakkan saat Imam dilarang tanding jelang kick off pertandingan antara PS TIRA vs PSM beberapa waktu lalu. Tanpa ada informasi sebelumnya, tiba-tiba kami diberitahukan bahwa Imam Arief Fadilah masih menjalani hukuman larangan bermain, ujarnya.
Saat itu Imam Arief Fadilah sedang melakukan pemanasan di lapangan. Satu jam jelang kick off, LIB menyampaikan bahwa Imam Arief Fadilah tidak dapat bermain sesuai dengan Revisi SK Komdis PSSI. Padahal klub tidak pernah menerima Revisi SK Komdis hingga kick off time. Ini sungguh tidak adil," lanjut dia.
Harusnya, kata dia, Komdis bisa melihat waktu yang tepat untuk mengeluarkan sanksi dan mengirimkan pemberitahuan terkait hal tersebut kepada klub.?
"Klub saat ini berusaha untuk bekerja profesional. Segala hal yang kami buat telah terprogram dan terencana. Kejutan seperti ini justru membuat kami terlihat tidak profesional karena secara mendadak harus mengubah program yang telah kami buat," katanya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
