
Program Transmigrasi di Mamuju Dinilai Berhasil

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Program transmigrasi yang telah dicanangkan pemerintah di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat dinilai.
Indikasi berhasil karena telah membawa berbagai dampak perubahan yang ada di wilayah itu, diantaranya merubah sebuah unit pemukiman transmigrasi daerah (UPTD) menjadi Kecamatan bahkan menjadi ibukota Provinsi.
Penilaian tersebut diungkapkan Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Mamuju, Ir Wahab Abdi, di Mamuju, Senin.
"Program transmigrasi di Mamuju telah berhasil, karena telah membawa dampak perubahan bagi masyarakat yang ada di wilayah ini, diantaranya membawa pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian, di samping juga telah membawa pembangunan pemerintahan daerah ini, karena wilayah eks transmigrasi berubah mejadi Kecamatan bahkan dapat menjadi sebuah wilayah Kabupaten," ujarnya.
Ia mengatakan, tiga wilayah transmigrasi bekas UPTD di Kabupaten Mamuju, telah berhasil berubah menjadi wilayah Kecamatan diantaranya Kecamatan Topoyo, Tobadak, dan Kecamatan Tommo karena transmigran giat merubah wilayah UPTD yang mereka huni itu.
"Awalnya wilayah Kecamatan Tommo, Tobadak dan Tommo, adalah lahan kosong yang tidak pernah digarap masyarakat, namun setelah para transmigran menghuni wilayah itu, kemudian berkembang menjadi sebuah wilayah berstatus Kecamatan, ini adalah sebuah keberhasilan transmigrasi," ujarnya.
Menurut dia, dua diantara tiga Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Tobadak dan Kecamatan Topoyo bahkan dapat menjadi sebuah ibukota Kabupaten, jika wilayah tersebut dimekarkan menjadi Kabupaten Mamuju Tengah dari Kabupaten induknya yakni Kabupaten Mamuju.
Ia mengatakan, selain membawa perubahan status pemerintahan, wilayah transmigrasi di Mamuju, juga membawa pertumbuhan ekonomi, diantaranya berhasil membuat Kecamatan Topoyo terkenal sebagai penghasil jeruk, karena ketekunan petani jeruk dalam meningkatkan produksinya di wilayah itu, serta menjadikan Kecamatan Tobadak dan Budong-Budong menjadi penghasil kelapa sawit.
"Itu artinya para transmigran telah berhasil membawa pertumbuhan berbagai komoditi pertanian dan perkebunan yang ada di wilayah ini," ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah setempat dapat mendukung dan mengembangkan keberadaan program transmigrasi tersebut dengan cara menyediakan fasilitas pendukung dan seluruh potensi yang dibutuhkan untuk program transmigrasi di daerah ini, khususnya penyiapan lahan dan areal untuk wilayah transmigrasi dengan memanfaatkan lahan yang ada.
Menurut dia, di Mamuju ini telah tercatat sekitar 67 UPTD, transmigran, di UPTD tersebut kini sedang mengembangkan pertanian yang mereka miliki untuk menghasilkan komoditi unggulan.
(T.PK-MFH/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
