Logo Header Antaranews Makassar

Pohon tumbang dan banjir landa Makassar

Selasa, 22 Januari 2019 15:29 WIB
Image Print
Petugas Kebersihan dan Keindahan Kota Makassar, dibantu masyarakat membersihkan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan di jalan Sunu, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1). (FOTO/Antaranews Sulsel/Suriani Mappong/19)

Makassar, (Antaranews Sulsel) - Pohon tumbang dan banjir melanda Kota Makassar dan dua kabupaten tetangga yakni Kabupaten Maros dan Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Saat terjadi angin kencang dan hujan lebat, tiba-tiba pohon tumbang dan mengenai kios penjual pulsa di pertigaan Jl Sunu dan Jl Datuk Ri Bandang," kata salah seorang saksi mata, Abdullah di sekitar lokasi kejadian, Makassar, Selasa.

Menurut dia, ketika pohon tumbang penjaga kios segera berlarian ke luar, karena hanya ujung atap yang terkena, sehingga masih bisa meloloskan diri.

Hal itu diakui, salah seorang penjaga kios yang mengaku sangat kaget dengan kejadian tiba-tiba itu. Namun dia bersyukur karena tidak ada yang cidera.

Sedangkan, pohon tumbangdan melintang di Jalan Sunu yang merupakan salah satu jalan poros utama di Makassar, sempat menghalangi arus lalu lintas. Namun atas partisipasi warga setempat, pohon itu segera disingkirkan ke pinggir jalan, sehingga arus lalu lintas kembali lancar.

Pohon tumbang juga terjadi di Jl Tun Abd Razak, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa dan Jl Yusuf Bauty, Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Termasuk pohon tumbang di Dusun Tana Tekko, Kelurahan Alatengae, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Selain banyak pohon tumbang di lokasi ini, juga dilanda banjir setinggi dada orang dewasa.

"Rumah kami yang rata-rata rumah panggung, bagian bawahnya sudah tidak bisa digunakan lagi karena airnya sampai leher. Itu pun air sungai yang meluap sudah sampai anak tangga kelima rumah," kata salah seorang warga Dusun Tana Takko, Yuli.

Sejumlah perumahan dan pemukiman warga di Kota Makassar diantaranya kawasan Batua Raya, Borong, Antang dan Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) juga dilanda banjir, sehingga sebagian warganya terpaksa dievakuasi dengan perahu karet oleh pihak BPBD Kota Makassar.

Terkait dengan kondisi di lapangan yang merupakan dampak dari cuaca ekstrem, Kasubag Program Data dan Evaluasi BPBD Kota Makassar, Nurhaeni, mengatakan, pihak BPBD Makassar sejak pekan lalu sudah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstream seperti hujan sedang hingga lebat disertai petir, kilat dan angin kencang.

"BPBD bersama stakeholder terkait sudah berkoordinasi dan meminta masyarakat mewaspadai dampak cuaca ektream yang terjadi beberapa terakhir ini" katanya.



Pewarta :
Editor: M Darwin Fatir
COPYRIGHT © ANTARA 2026