
FAMD Nilai Program Gernas di Polman Gagal

Polman, Sulbar (ANTARA Sulsel) - Forum Aksi Mahasiswa Untuk Demokrasi (FAMD) menilai program Gerakan Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas Pro Kakao) yang dilakukan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) gagal.
Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Forum Aksi Mahasiswa Untuk Demokrasi (FAMD), Agus Salim, saat melakukan unjuk rasa, di Polman, Rabu.
Ia berpendapat pada tahun pertama, program yang terdiri dari intensifikasi pertanian, peremajaan, serta sambung samping samping tersebut, tidak dapat berjalan.
"Untuk program sambung samping, banyak gabungan kelompok tani yang tidak menerima bantuan berupa plastik, tali, dan juga entris," katanya.
Ia menjelaskan, sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani, bantuan entris yang seharusnya diterima oleh setiap gabungan kelompok tani (gapoktan) di tiap daerah adalah sebesar Rp5.000 per entris.
Akan tetapi, menurut dia, yang terjadi di lapangan adalah harga entris yang diterima di masing-masing daerah bemacam-macam mulai dari Rp2.000 hingga 3.000.
Ia mengatakan di beberapa daerah, seperti Kecamatan Luyo, Mapilli masih terdapat kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan berupa gunting pangkas, dan juga sensaw.
"Berkaitan dengan program sambung samping, upah yang diterima oleh setiap petani yang bekerja tidak seragam, ada yang hanya mendapatkan upah sebesar Rp500 dan Rp1.000," jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa belum ada pupuk yang dibagikan kepada petani.
"Seharusnya, sebelum batang tanaman kakao diokulasi untuk pemasangan entris, tanaman terlebih dahulu diberikan pupuk agar tetap berada pada kondisi sehat. Akan tetapi, yang terjadi saat ini adalah okulasi telah dilakukan, namun tanaman tidak diberikan pupuk," katanya.
Untuk menyalurkan pupuk kepada seluruh petani, waktu yang dibutuhkan adalah sekitar tiga bulan.
"Dengan sisa masa anggaran yang ada saat ini, otomati tidak akan mencukupi untuk menyalurkan pupuk kepada semua petani. Ini berarti program tersebut memang sudah gagal," katanya.
(T.PSO-103/A033)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
